Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahLokal

Wali Kota Munafri Sulap Mobil Idle Jadi Armada Layanan Sosial

×

Wali Kota Munafri Sulap Mobil Idle Jadi Armada Layanan Sosial

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin luncurkan armada layanan sosial Dinsos Makassar
ARMADA - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meluncurkan armada operasional Dinas Sosial di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026). Kendaraan hasil optimalisasi aset idle ini memperkuat layanan sosial, penanganan anak jalanan, serta penjangkauan warga rentan di Makassar. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat pelayanan sosial yang responsif dan berdaya guna. Pemerintah mewujudkan komitmen tersebut melalui inovasi Dinas Sosial yang memanfaatkan mobil-mobil aset idle menjadi kendaraan operasional penjangkauan sosial.

Langkah ini mendukung penanganan anak jalanan, penyaluran bantuan sosial, serta kegiatan penjangkauan dan razia terpadu. Selain menekan anggaran, inovasi ini langsung menjawab kebutuhan di lapangan.

Pemkot Makassar menandai inovasi tersebut dengan peluncuran enam unit kendaraan operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meluncurkan armada itu di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026).

Munafri mengapresiasi terobosan Dinas Sosial yang mengoptimalkan kendaraan tidak terpakai. Ia menilai langkah ini mencerminkan kreativitas dan keseriusan pemerintah dalam mempercepat layanan sosial.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Munafri menjelaskan, Dinas Sosial sebelumnya menyampaikan kebutuhan kendaraan operasional. Pemerintah kota lalu memaksimalkan mobil aset daerah yang lama tidak digunakan.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.
“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambungnya.

Baca juga ⇒ Munafri Dorong Kolaborasi Pemkot–Akademisi, Kunci Ketahanan Pangan dan UMKM Makassar

Layanan Sosial Responsif

Munafri membuka peluang penambahan armada jika pemerintah masih menemukan kendaraan idle lain. Ia mendorong langkah ini menjadi contoh bagi seluruh organisasi perangkat daerah.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya.

Menurut Munafri, optimalisasi aset idle menjadi solusi cerdas dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif. Namun, ia mengingatkan kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan lancar.

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Munafri optimistis armada ini mempercepat penanganan persoalan sosial. Ia berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat di lapangan.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie menjelaskan kendaraan operasional tersebut berasal dari optimalisasi aset pemerintah daerah. Sebelumnya, kendaraan itu tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkapnya.

Ia menyebut Dinas Sosial telah melakukan rebranding sehingga kendaraan layak beroperasi. Proses tersebut didukung internal dinas.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial (resos) dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar Muhammad Zuhur Daeng Ranca menambahkan enam unit kendaraan tersebut kini digunakan TRC Saribattang. Tim ini menangani berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Zuhur menjelaskan TRC Saribattang melibatkan Dinas Sosial, Kepolisian, Satpol PP, dan unsur TNI. Kolaborasi ini mempercepat penanganan dan memastikan langkah terpadu.

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Petugas melakukan penjangkauan berdasarkan laporan aplikasi Lontara. Tim memprioritaskan penanganan anak jalanan di persimpangan lampu merah dan titik rawan.

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, tim juga menangani orang terlantar dan lansia tanpa keluarga. Petugas segera memberi bantuan darurat saat kebutuhan mendesak muncul.

“Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.
“Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu,” lanjut dia.

Untuk penanganan lanjutan, Dinas Sosial berkolaborasi dengan fasilitas penampungan Kementerian Sosial di Kota Makassar.

“Untuk penanganan lanjutan, kami juga berkolaborasi dengan penampungan yang ada di bawah Kementerian Sosial di Kota Makassar, sehingga perhatian dan perlindungan terhadap warga yang membutuhkan bisa lebih optimal,” tutupnya.

Baca juga: ⇒ Pemkot Makassar Larang Petasan dan Konvoi Saat Malam Tahun Baru

Example 468x60
Example 300250