JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Papua Barat bergerak cepat menindaklanjuti teguran pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan meninjau langsung kondisi Anjungan Papua Barat, Senin (30/3/2026).
Peninjauan ini mengungkap sejumlah kerusakan serius yang berpotensi mengganggu fungsi promosi daerah di tingkat nasional.
Kepala Badan Penghubung Daerah Papua Barat, Erix Ayatanoi, memimpin langsung tim yang turut diikuti Plt. Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala DPMPTSP.
Ia menegaskan anjungan memiliki peran strategis sebagai wajah Papua Barat di kancah nasional.
“Perbaikan sebenarnya sudah diusulkan sebelumnya, namun belum terealisasi, kemungkinan karena keterbatasan anggaran. Teguran dari pengelola TMII ini harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Baca juga: UMKM Wajo Ramaikan WARE 2026, Bupati Optimistis Naik Kelas
Anjungan Butuh Perbaikan Mendesak
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi bangunan cukup memprihatinkan.
Sejumlah titik mengalami kerusakan, termasuk kebocoran saat hujan yang berisiko merusak produk pameran.
Situasi ini dapat menghambat proses kurasi dan penataan produk unggulan daerah.
Selain itu, produk yang ditampilkan saat ini masih mencakup seluruh wilayah Tanah Papua.
Pemerintah menilai perlu penataan ulang agar lebih fokus merepresentasikan identitas Papua Barat sesuai wilayah administrasi dan kabupaten.
Di sisi lain, tampilan fasad anjungan belum dapat mencerminkan karakter daerah.
Untuk itu, Pemprov berencana melibatkan perancang profesional guna memperkuat identitas visual.
Sementara di bagian dalam, dua unit videotron belum termanfaatkan secara optimal akibat minimnya konten promosi.
Meski demikian, pengelola TMII tetap mengapresiasi keberadaan anjungan tersebut.
Namun, mereka mendorong percepatan perbaikan guna meningkatkan estetika serta kenyamanan pengunjung.
Erix menjelaskan bahwa bangunan anjungan merupakan aset Pemprov Papua Barat.
Sedangkan lahannya berstatus pinjam pakai dari Sekretariat Negara dan pengelolaanya oleh TMII.
Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir belum ada perbaikan signifikan.
Baca juga: Wali Kota Munafri Luncurkan Lontara+, Satukan Layanan Digital Makassar
Wajah Daerah di Tingkat Nasional
Plt. Kepala Bappeda Papua Barat, Charlie D. Heatubun, menegaskan pentingnya revitalisasi anjungan sebagai etalase daerah.
“Perbaikan fisik, perlindungan produk, serta kurasi berbasis potensi daerah menjadi langkah penting agar anjungan benar-benar representatif,” ujarnya.
Ia menambahkan, anjungan menyimpan berbagai artefak budaya dan produk UMKM bernilai tinggi.
Jika tidak segera ditangani, risiko kerusakan akan semakin besar dan berpotensi merugikan daerah.
Selanjutnya, hasil peninjauan akan dilaporkan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
Pembahasan teknis juga akan melibatkan sektor infrastruktur agar perbaikan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Pemprov Papua Barat menargetkan anjungan kembali optimal sebagai pusat promosi.
Ke depan, keberadaan Anjungan Papua Barat di TMII dapat tampil sebagai etalase unggulan.
Khususnya memamerkan kekayaan pariwisata, budaya, dan produk UMKM secara maksimal.
















