JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menjadwalkan skrining kesehatan massal bagi ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Program ini menyasar deteksi dini penyakit tidak menular dan gangguan paru di lingkungan pegawai pemerintah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Hj. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK, M.Kes, memimpin langsung kebijakan tersebut dan menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh, termasuk aspek fisik dan mental.
“Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan personel Satpol PP melalui kampanye kesehatan dan melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mengidentifikasi faktor risiko penyakit,” jelasnya, Jumat, 30 Januari 2025.
Skrining Terpadu Massal
Dinkes Sulsel menargetkan 587 pegawai Satpol PP sebagai peserta. Kegiatan berlangsung tiga hari, mulai Selasa (3/2/2026) hingga Kamis (5/2/2026), di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Tim medis menyediakan pemeriksaan fisik, skrining kesehatan jiwa, serta edukasi kesehatan bagi seluruh peserta.
Salah satu layanan utama berupa pemeriksaan paru menggunakan portable X-ray.
Teknologi ini membantu tenaga kesehatan mendeteksi dini Tuberkulosis (TBC) maupun kelainan paru lainnya pada populasi berisiko.
Dinkes Sulsel juga menargetkan penemuan kasus TBC sedini mungkin agar pasien segera mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
Seluruh hasil pemeriksaan akan diintegrasikan langsung ke sistem pelaporan digital SITB dan ASIK CKG.
Hal ini untuk memastikan tindak lanjut medis berjalan cepat dan terukur.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi lintas instansi. Dinkes Sulsel menggandeng Dinas Kesehatan Kota Makassar, Rumah Sakit CPI Makassar.
Serta puskesmas setempat guna memperkuat layanan teknis di lapangan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan kondisi fisik para penegak Perda di Sulawesi Selatan tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan,” pungkasnya.
Baca juga:

























