JAMLIMA.COM, PALEMBANG — “Sumsel zero konflik.” Pernyataan tegas ini disampaikan Gubernur Herman Deru saat membahas kondisi daerah yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali serta memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Selatan.
Pernyataan itu disampaikan saat menerima peserta Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun 2026 di Palembang, Senin (13/4/2026).
Menurut Herman Deru, stabilitas sosial di Sumsel tidak lepas dari kekuatan keberagaman. Ia menyebut terdapat sembilan suku asli yang hidup berdampingan dan menjadi fondasi harmoni masyarakat.
“Kerukunan ini harus terus dijaga. Dukungan TNI dan Polri sangat penting agar situasi tetap kondusif dan berdampak pada inflasi yang terkendali,” ujarnya.
Baca juga: Dibalik Panglima TNI Agus Subiyanto Tetapkan Status Siaga Satu
Dampak ke Warga
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan politik antar kepala daerah dari latar belakang partai berbeda.
“Pemprov Sumsel ini seperti bingkai puzzle. Jika tidak saling cocok, maka akan mempengaruhi keindahan bingkai tersebut,” katanya.
Dalam menjaga stabilitas, Pemprov Sumsel memperkuat koordinasi lintas lembaga bersama TNI dan Polri.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam program strategis, seperti cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong peran kepolisian dalam menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dengan pendekatan humanis kepada petani dan pemangku kepentingan.
Herman Deru juga memperkenalkan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Ketua rombongan PKDN Sespimti, Irjen Pol. Abioso Seno Aji, menyebut kunjungan ini bertujuan mendalami ketahanan energi, stabilitas wilayah, serta pembangunan infrastruktur.
Ia menilai Sumatera Selatan berperan besar dalam menjaga kondisi tetap kondusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

























