JAMLIMA.COM, LUWU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menender pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Luwu.
Pengerjaan fisik ditargetkan mulai tahun ini.
Proyek ini masuk skema Multi Years Project (MYP) 2025-2027. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menginisiasi program tersebut.
Data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menunjukkan tahapan tender sudah masuk penentuan pemenang. Sebanyak 74 peserta mengikuti proses lelang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr.dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes, memastikan progres berjalan sesuai rencana.
“Saat ini kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan Manajemen Konstruksi,” ungkap Evi.
“Kemudian untuk pembangunan fisik, akan menggunakan metode Design and Build yang kini sedang dalam proses tender,” tambahnya.
Baca juga: 587 Personel Satpol PP Diperiksa, Dinkes Sulsel Gelar Skrining Kesehatan Massal
Fasilitas Modern Lengkap
Pemprov Sulsel memakai skema Design and Build untuk percepatan pekerjaan. Pembangunan fisik direncanakan dimulai tahun ini.
RS Regional ini dibangun untuk pemerataan layanan rujukan di Sulawesi Selatan.
“Tujuan utamanya memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Luwu Raya dan daerah sekitarnya serta mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar,” jelasnya.
Nilai proyek diperkirakan mencapai Rp250 miliar. Anggaran itu mencakup perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.
“Anggaran ini kami rancang untuk memastikan rumah sakit yang dibangun benar-benar memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, sekaligus mampu menjawab kebutuhan layanan rujukan di kawasan Luwu Raya,” paparnya.
RS Regional ini akan dibangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Fasilitas ini ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan Luwu Raya dengan layanan spesialistik dan subspesialistik.
Layanan tersebut meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT serta Mata.
“Insya Allah dijanjikan dapat rampung dan mulai dioperasionalkan setelah masa kontrak berakhir,” tutupnya.
Baca juga:
















