Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

ASN Jateng Bersepeda ke Kantor, Gubernur Dorong Budaya Hemat Energi

×

ASN Jateng Bersepeda ke Kantor, Gubernur Dorong Budaya Hemat Energi

Sebarkan artikel ini
gubernur jateng dan asn bersepeda ke kantor di semarang
HEMAT ENERGI — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama ASN bersepeda menuju kantor di Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hemat energi di lingkungan pemerintah. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong aparatur sipil negara (ASN) membangun budaya hemat energi, salah satunya melalui kebiasaan bersepeda ke kantor.

Luthfi terlihat ikut mengayuh sepeda bersama sejumlah pejabat, termasuk Sekda Sumarno dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Digital Agung Hariyadi, menuju kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Kamis (9/4/2026).

Setibanya di kantor, ia menegaskan bahwa gerakan hemat energi tidak boleh berhenti pada kampanye atau sekadar surat edaran.

“Ini bukan sekedar perintah, tapi harus dibudayakan. Dengan cara apa? Dengan cara berolahraga, dengan cara kerja tepat waktu, kemudian ada yang WFH,” tegasnya.


Baca juga: Produksi Mobil Listrik 2028 Digenjot, Kapasitas 10 Ribu Unit Disiapkan


Budaya Hemat Energi

Kebijakan tersebut mulai diikuti oleh ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.

Kepala Bagian Hukum Setda Jateng, Haerudin, menjadi salah satu yang mencoba berangkat kerja dengan sepeda dari rumahnya di kawasan Pudak Payung, Semarang. Jarak tempuhnya sekitar 17 kilometer.

“Sekitar satu jam perjalanan. Lumayan, tapi ini jadi tantangan sekaligus pengalaman,” ujarnya.

Ia mengaku harus berangkat lebih pagi dari biasanya. Namun, menurutnya, kebiasaan ini bukan sekadar soal transportasi.

“Selain hemat energi, ini juga membentuk budaya kerja. Kita memberi contoh bahwa hidup hemat itu bisa dimulai dari hal kecil,” katanya.

Bagi Haerudin dan rekan-rekannya di Biro Hukum, kebiasaan tersebut menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan gaya hidup di lingkungan kerja.

“Selain menghemat juga edukasi untuk budaya kerja. Saya kira memang saatnya kita membudayakan untuk bekerja dengan hemat energi. Bukan saja dengan naik sepeda tapi juga untuk listrik, untuk bahan bakar yang lain, juga kita harus memberikan contoh kepada, bahwa memang saatnya kita hidup hemat,” ungkapnya.

Gerakan tersebut juga didukung berbagai program energi di Jawa Tengah. Pemerintah telah mengembangkan ratusan desa mandiri energi.

Di sektor industri, peralihan ke energi terbarukan juga terus didorong melalui insentif pajak dari pemerintah provinsi.

Selain itu, pengawasan distribusi energi bersubsidi diperketat. Gubernur Luthfi menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram yang kerap terjadi di masyarakat, meskipun secara data ketersediaannya mencukupi.

Ia menegaskan bahwa subsidi LPG hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, nelayan kecil, dan pelaku usaha mikro.

Penyalahgunaan tidak akan ditoleransi. Kebijakan ini sejalan dengan regulasi energi nasional yang dikelola oleh Kementerian ESDM RI.

Kebiasaan bersepeda ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya hemat energi yang berkelanjutan di Jawa Tengah.


Example 468x60
Example 300250
aktivitas koperasi desa
Lokal

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Dana desa Rp34,57 triliun pada 2026 menjadi penggerak utama pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, termasuk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Menteri…