JAMLIMA.COM, BANTAENG — Bupati Bantaeng M Fathul Fauzy Nurdin resmi menutup Festival Ramadan Bangkit Vol.2 di Lapangan Seruni, Kabupaten Bantaeng, Selasa, 17 Maret 2026.
Festival Ramadan ini berlangsung selama 25 hari dan melibatkan 94 pelaku UMKM lokal serta 20 gerobak angkringan.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuka ruang usaha tersebut secara gratis sehingga pelaku UMKM dapat berjualan selama Ramadan tanpa biaya sewa lapak.
Bupati yang akrab disapa Uji Nurdin itu menilai kegiatan tersebut berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap produk lokal.
“Terima kasih sebesar-sebesarnya kepada masyarakat Bantaeng dan sekitarnya. Ini capaian luar biasa dan bukti daya beli masyarakat cukup baik,” ungkapnya.

Lonjakan Omzet UMKM
Festival Ramadan Bangkit Vol.2 mencatat capaian ekonomi yang signifikan. Total transaksi UMKM mencapai Rp 2,198 miliar selama penyelenggaraan kegiatan.
Angka tersebut meningkat tajam dari Ramadan Bangkit tahun 2025 yang hanya mencatat omzet sekitar Rp 1 miliar lebih.
Lonjakan ini menunjukkan perputaran ekonomi lokal yang semakin kuat serta tingginya minat masyarakat terhadap produk UMKM di Bantaeng.
Baca juga: Bupati Bantaeng Tutup Ramadan Bangkit UMKM Vol.2, Catat Omzet Rp2,1 Miliar

Festival Gratis UMKM
M. Fathul Fauzy Nurdin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng sengaja menggratiskan lapak bagi pelaku usaha kecil.
Kebijakan tersebut menjadi pembeda dari festival Ramadan di sejumlah daerah lain yang umumnya mengenakan biaya sewa tempat.
“Yang membedakan Bantaeng itu kita tidak memungut biaya sama sekali. Doakan dan terus beri dukungan, Insyallah Ramadan Bangkit Vol. III kita gelar tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan Bangkit, Rudy, menjelaskan festival tersebut juga diramaikan berbagai kegiatan hiburan masyarakat.
“Omzet Rp 2,1 miliar lebih membuktikan antusiasme masyarakat dan menunjukkan peningkatan daya beli serta kepercayaan kepada produk lokal,” bebernya.
Panitia juga menggelar 12 jenis lomba bertema Islami dan seni budaya dengan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi masyarakat sekaligus memperkuat nuansa Ramadan di Kabupaten Bantaeng.
“Kami berharap Festival Ramadan Bangkit dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
















