Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Luwu Utara Gaet 80,96 Persen APBN untuk Infrastruktur

×

Luwu Utara Gaet 80,96 Persen APBN untuk Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
bupati andi abdullah rahim mendorong pembangunan jalan daerah di luwu utara
INFRASTRUKTUR — Bupati Andi Abdullah Rahim mendorong percepatan pembangunan jalan daerah di Luwu Utara, 2025. Pemda berhasil menggaet 80,96 persen anggaran dari APBN untuk wilayah 3T. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, membuktikan komitmen kampanyenya dengan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan pada awal masa kepemimpinannya.

Tahun 2025 menjadi momentum emas akselerasi pembangunan daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut.

Andi Abdullah Rahim bersama Wakil Bupati Jumail Mappile memenangkan Pilkada serentak 2024 dengan menguasai hampir sebagian besar wilayah kecamatan di Kabupaten Luwu Utara.

Sejak mengambil alih estafet kepemimpinan, ia memprioritaskan penanganan bencana, kesejahteraan aparatur.

Serta pengentasan kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur jalan, khususnya wilayah kategori terluar, terpencil, dan tertinggal (3T).


Baca juga: Luwu Raya Mengguncang, Bola Panas Kini di Tangan Presiden


Akselerasi Infrastruktur Daerah

Pemda Luwu Utara pada 2025 berhasil menggaet anggaran pusat sebesar 80,96 persen dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur jalan daerah.

Total anggaran pembangunan mencapai Rp193.489.352.500.

Dari jumlah tersebut, Rp156.656.443.500 bersumber dari APBN atau 80,96 persen.

Sementara 18,61 persen berasal dari APBD Luwu Utara, dan 0,42 persen dari APBD Sulawesi Selatan.

Langkah ini  melalui pendekatan “jemput bola” ke sejumlah Kementerian.

Bupati melakukan lobi strategis guna menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional.

Sedangkan skema pendanaan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Langkah IJD dan DAK tersebut merupakan antisipasi keterbatasan APBD yang selama ini menjadi kendala pembangunan infrastruktur di wilayah dengan geografis menantang.

Pembangunan jalan  fokus ke wilayah pegunungan Rongkong, Seko, dan Rampi.

Berdasarkan data BPS, tiga wilayah 3T itu menyumbang angka kemiskinan terbesar, yakni 61,36 persen. Akses jalan merupakan kunci percepatan penurunan kemiskinan.

Dominasi APBN dalam komposisi anggaran membuat beban fiskal daerah jauh lebih ringan.

Pemda dapat mengalihkan sisa APBD ke sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Perbaikan akses jalan antarkecamatan juga mulai masyarakat merasakan dampaknya. Wilayah yang sebelumnya sulit akses, kini semakin terbuka dan terkoneksi.

Keberhasilan mendatangkan anggaran pusat pada 2025 menjadi fondasi kuat menghadapi 2026.

Luwu Utara bertransformasi dari daerah dengan tantangan geografis berat menjadi wilayah yang makin kompetitif di jazirah Sulawesi Selatan.


Baca juga:

Example 468x60
Example 300250