Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Kursi Wamenkeu Kosong, Prabowo Tak Buru-buru Reshuffle Kabinet Merah Putih

×

Kursi Wamenkeu Kosong, Prabowo Tak Buru-buru Reshuffle Kabinet Merah Putih

Sebarkan artikel ini
thomas djiwandono menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon deputi gubernur bank indonesia di dpr ri jakarta
WAMENKEU — Thomas Djiwandono telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di DPR RI, Jakarta. Peralihan tugas ini menyebabkan kekosongan jabatan Wamenkeu yang bersifat administratif, bukan sinyal perombakan kabinet. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Kekosongan kursi Wakil Menteri Keuangan membuka ruang spekulasi adanya isu reshuffle , tetapi Presiden Prabowo Subianto memilih bersikap hati-hati dan terukur.

Keputusan ini mencerminkan kepemimpinan yang menempatkan stabilitas kabinet di atas tekanan isu reshuffle sesaat.

Peralihan Thomas Djiwandono ke posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia berlangsung melalui mekanisme konstitusional yang sah.

Ia telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, sehingga pengosongan jabatan Wamenkeu bersifat administratif, bukan politis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kekosongan jabatan tidak otomatis bermakna perombakan kabinet.

“Ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan karena penugasan ke tempat yang lain,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.


Baca juga: Bencana Sumatera: Pemerintah Salurkan Bantuan Hunian dan DTH


Pemerintah menegaskan Presiden belum menunjuk pengganti karena proses pengangkatan Deputi Gubernur BI belum rampung.

Sikap ini menunjukkan Prabowo membaca momentum secara rasional, bukan reaktif terhadap rumor politik.

Meski demikian, Presiden tetap bersikap tegas terhadap menteri yang melanggar etika dan kinerja pemerintahan.

“Tiga kali peringatan, apa boleh buat reshuffle, harus diganti,” tegas Prabowo dalam pernyataan publik sebelumnya.

Pernyataan itu menegaskan reshuffle menjadi instrumen disiplin, bukan sekadar respons terhadap dinamika jabatan.
Prabowo secara konsisten menempatkan kepentingan rakyat di atas kompromi politik elite.

Dengan demikian, kekosongan Wamenkeu saat ini mencerminkan kehati-hatian strategis, bukan kebimbangan kepemimpinan.
Presiden memilih menunggu waktu paling tepat sebelum mengambil keputusan politik berikutnya.


Baca juga:


Example 468x60
Example 300250