JAMLIMA.COM, SAMARINDA — Haji ilegal dengan modus instan mulai marak dan berpotensi merugikan masyarakat. Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Kalimantan Timur mengingatkan agar calon jemaah tidak tergiur, karena berisiko penipuan dan ketidakpastian keberangkatan.
Fenomena ini kembali mencuat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap keberangkatan haji, terutama melalui jalur cepat yang tidak melalui prosedur resmi.
Pihak Kemenag menegaskan bahwa tawaran perjalanan haji maupun umrah dengan proses instan kerap kali tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, masyarakat diminta lebih teliti sebelum mengambil keputusan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur, Mukhlis Hasan, menekankan pentingnya verifikasi terhadap penyelenggara perjalanan.
“Jika ada tawaran seperti itu, harus diteliti terlebih dahulu dan dikonfirmasi ke Kementerian Agama. Kantor kami tersedia di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung,” ujarnya di Samarinda.
Baca juga: Persiapan Haji 2026: Murur-Tanazul untuk Lansia
Risiko Haji Instan
Tawaran haji ilegal dengan modus instan berpotensi menimbulkan berbagai kerugian. Selain risiko gagal berangkat, jemaah juga bisa tidak terdaftar secara resmi dan kehilangan dana yang telah disetorkan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur dengan janji keberangkatan cepat tanpa proses yang jelas. Harga murah maupun mahal tidak menjamin kepastian berangkat.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat memperhatikan rekam jejak penyelenggara perjalanan serta memastikan legalitasnya melalui instansi resmi.
Selain itu, Mukhlis menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait penundaan pemberangkatan jemaah haji. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Di sisi lain, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur terus meningkatkan pelayanan inklusif, terutama bagi jemaah perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
Calon jemaah diimbau mempersiapkan diri secara optimal, mulai dari kesiapan fisik, mental, hingga menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

























