Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Internasional

Kejam!, Dua Bocah Palestina Tewas Diserang Drone Israel

×

Kejam!, Dua Bocah Palestina Tewas Diserang Drone Israel

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi drone Israel, (ist)

JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Kematian warga sipil kembali terjadi di Jalur Gaza. Kali ini, serangan drone Israel menewaskan dua bocah Palestina pada Sabtu (29/11/2025).

Adapun kedua korban bernama Fadi berusia 8 tahun dan Goma Abu Assi berusia 10 tahun. Keduanya merupakan anak-anak yang tinggal di wilayah timur Khan Younis.

Saat peristiwa terjadi, Fadi dan Goma tengah mencari kayu bakar. Aktivitas tersebut mereka lakukan di sekitar Bani Suhaila untuk membantu ayah mereka yang menggunakan kursi roda.

Sementara itu, militer Israel melalui Israel Defense Forces menyampaikan klaim resmi. IDF menyatakan pasukannya mendapati dua anak tersebut melintas di area terlarang.

Lebih lanjut, IDF menjelaskan bahwa area tersebut berada di garis batas yang dikenal sebagai Yellow Line. Garis ini ditandai dengan keberadaan blok beton berwarna kuning di dalam wilayah Jalur Gaza.

Menurut klaim Israel, keberadaan kedua bocah tersebut dinilai mencurigakan. Oleh karena itu, pasukan Israel menganggap aktivitas mereka berpotensi mengancam keselamatan tentara di lokasi.

Atas dasar penilaian tersebut, Israel kemudian melancarkan serangan dari udara. Drone tempur diarahkan ke lokasi dan melakukan penembakan.

Namun demikian, pihak keluarga membantah klaim militer Israel tersebut. Paman kedua bocah menegaskan bahwa Fadi dan Goma hanya anak-anak yang mencari kayu bakar.

Selain itu, keluarga menegaskan tidak ada aktivitas mencurigakan seperti yang dituduhkan. Mereka menilai serangan tersebut secara langsung menyasar warga sipil.

Akibat kejadian ini, kecaman pun bermunculan dari berbagai pihak. Banyak pihak menyoroti fakta bahwa korban merupakan anak-anak.

Di sisi lain, insiden ini juga terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh. Gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak Oktober 2025.

Dengan demikian, peristiwa ini kembali memicu sorotan internasional. Publik menilai kekerasan terhadap warga sipil, khususnya anak-anak, terus berulang meski gencatan senjata telah disepakati. (*)

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250