JAMLIMA.COM, NASIONAL — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkap lubang raksasa di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah terus berkembang dan mengancam permukiman warga.
Bentuknya menyerupai sinkhole, meski terbentuk pada jenis batuan berbeda.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menilai kawasan itu membutuhkan kewaspadaan tinggi karena pergerakan tanah masih aktif dan berpotensi melebar.
“Fenomena sinkhole umumnya terjadi di kawasan karst atau batuan gamping. Namun, kasus di Ketol menunjukkan material vulkanik juga rentan ambles, walau mekanismenya sedikit berbeda.”
Baca juga: Solidaritas Antar Daerah, Pemkab Luwu Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang
Kondisi Lereng Rawan
Tim geologi mencatat pergerakan tanah sudah berlangsung lama. Struktur batuan rapuh, lereng sangat curam, serta aliran irigasi di sekitar lokasi memperbesar risiko pelebaran lubang, terutama saat musim hujan.
Warga juga melaporkan tanah mulai bergerak sejak beberapa tahun lalu dengan resiko bencana. Kondisi memburuk ketika curah hujan meningkat. Batuan dasar berupa tufa yang lepas dan berpori cepat menyerap air.
Saat air meluap atau meresap, beban massa tanah bertambah dan kestabilan lereng turun drastis.
Rembesan air terus mengikis sisi lereng secara lateral. Proses ini memicu longsoran kecil dan mempercepat pelebaran lubang ke samping.
Badan Geologi menegaskan pengendalian aliran air bawah permukaan menjadi kunci. Tanpa langkah teknis tersebut, lubang raksasa masih berpotensi meluas dan mendekati area hunian warga.
Lembaga itu mendorong mitigasi dini, termasuk pengawasan lereng, pembatasan aktivitas di sekitar lokasi, serta pengelolaan drainase dan irigasi agar tekanan air tanah berkurang.
Pejabat teknis Badan Geologi tetap bersiaga memantau dinamika tanah dan menyiapkan rekomendasi lanjutan bagi pemerintah daerah guna menekan risiko bencana.

























