Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Entertainment

Sri Mulyani, dari Kekuasaan Fiskal Gebrak Dunia

×

Sri Mulyani, dari Kekuasaan Fiskal Gebrak Dunia

Sebarkan artikel ini
ilustrasi karikatur sri mulyani indrawati mengajar di oxford university dan bergabung dalam dewan pengurus gates foundation
GATE - Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati dalam ilustrasi karikatur yang menggambarkan peran barunya di panggung global sebagai anggota Dewan Pengurus Gates Foundation dan World Leaders Fellow di Oxford University pada 2026. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, ENTERTAINMENT — Sri Mulyani Indrawati merupakan salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia modern.

Kariernya menanjak dari akademisi, birokrat teknokrat, hingga menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia terlama dan perempuan pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Karier publik Sri Mulyani dimulai setelah ia menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan meraih gelar doktor di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Reputasinya sebagai ekonom teknokrat membuatnya dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) mewakili negara-negara Asia Tenggara.

Penentu Kebijakan Fiskal

Ia masuk ke kabinet nasional pada Oktober 2004 sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Setahun kemudian, pada 5 Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai Menteri Keuangan.

Ia menjadi perempuan pertama yang menjabat posisi tersebut.

Sebagai Menteri Keuangan periode 2005–2010, Sri Mulyani dikenal luas karena agenda reformasi birokrasi dan tata kelola fiskal.

Ia melakukan reformasi besar-besaran di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai, memperketat pengawasan penerimaan negara, serta memperjuangkan transparansi anggaran.

Langkah-langkah tersebut menuai pujian internasional, namun juga memunculkan tekanan politik di dalam negeri, termasuk konflik dengan kelompok-kelompok yang terdampak reformasi.

Pada masa ini, Sri Mulyani juga sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2008–2009, setelah Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Tantangan terberatnya datang saat krisis keuangan global 2008, ketika pemerintah harus menjaga stabilitas fiskal di tengah gejolak ekonomi dunia.

Pada Mei 2010, Sri Mulyani mengundurkan diri dari kabinet Mei 2010 dan melanjutkan karier internasional sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer World Bank.

Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab atas operasi Bank Dunia secara global, termasuk program pengentasan kemiskinan dan pembangunan di berbagai negara berkembang.

Enam tahun kemudian, ia kembali. Pada 27 Juli 2016, Presiden Joko Widodo melantiknya kembali sebagai Menteri Keuangan.

Masa jabatan keduanya berlangsung di tengah tantangan besar, mulai dari perlambatan ekonomi global, pandemi COVID-19, hingga kebutuhan pembiayaan masif untuk pemulihan ekonomi nasional.

Selama pandemi, Sri Mulyani menjadi arsitek kebijakan fiskal luar biasa, termasuk relaksasi defisit anggaran di atas 3 persen PDB dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta sinergi erat dengan Bank Indonesia.

Kebijakan ini dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi, meski meningkatkan rasio utang negara.

Sri Mulyani kembali dipercaya menjabat Menteri Keuangan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2019.

Secara keseluruhan, ia mengemban jabatan Menteri Keuangan selama sekitar 14 tahun di bawah tiga presiden, menjadikannya salah satu Menteri Keuangan terlama dalam sejarah Indonesia.

Babak Baru

Setelah purna tugas pada 2024–2025, kiprah global Sri Mulyani berlanjut.

Ia ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus Gates Foundation serta bergabung sebagai World Leaders Fellow di Oxford University untuk tahun 2026.

Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) Gates Foundation, yayasan filantropi global yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates.

Penunjukan tersebut diumumkan secara resmi melalui siaran pers Gates Foundation pada Selasa, 13 Januari 2026.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyatakan bahwa rekam jejak Sri Mulyani dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan global menjadi pertimbangan utama penunjukannya.

Pengalaman Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan wanita pertama dan terlama di Indonesia, serta sebagai mantan Direktur Pelaksana d an Chief Operating Officer World Bank dinilai memberikan nilai strategis bagi tata kelola yayasan.

“Pengalaman beliau yang luar biasa dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan akan memberikan perspektif berharga bagi tata kelola dan misi yayasan,” ujar Mark Suzman dalam pernyataan resminya.

Dalam perannya sebagai anggota dewan, Sri Mulyani akan terlibat dalam memastikan pemanfaatan sumber daya Gates Foundation untuk memperluas kesempatan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Termasuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat global.

Dewan Pengurus Gates Foundation bertemu tiga kali dalam setahun untuk memandu arah kerja yayasan.

Juga menyetujui anggaran tahunan, rencana empat tahunan, serta meninjau kinerja CEO.

Masa jabatan anggota dewan berlangsung selama tiga tahun dengan batas maksimal dua periode berturut-turut.

Sri Mulyani akan bergabung bersama anggota dewan lainnya, antara lain Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates.

Gates Foundation didirikan pada tahun 2000 sebagai gabungan dua yayasan amal yang sebelumnya dijalankan Bill Gates dan Melinda French Gates.

Yayasan ini berfokus pada pengentasan kemiskinan, penyakit, dan ketimpangan global, khususnya di negara-negara berkembang.

Dari Negara ke Kampus

Selain peran di Gates Foundation, Sri Mulyani juga memulai kiprah baru di dunia akademik internasional.

Blavatnik School of Government, Oxford University, pada 5 Desember 2025 mengumumkan bahwa Sri Mulyani akan bergabung sebagai World Leaders Fellow untuk tahun 2026.

Program World Leaders Fellowship merupakan fellowship bagi pemimpin global yang tengah bertransisi dari memimpin negara menuju tahap berikutnya dalam perjalanan kepemimpinan publik.

Dalam perannya, Sri Mulyani akan terlibat dalam kegiatan mentoring mahasiswa dan alumni, mengundang para pemimpin global dalam forum diskusi.

Serta mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.

Jejak Singkat

  • 26 Agustus 1962 – Lahir di Bandar Lampung
  • 1990-an – Akademisi ekonomi Universitas Indonesia
  • Awal 2000-an – Executive Director IMF mewakili Asia Tenggara
  • Okt 2004 – Des 2005 – Menteri PPN/Kepala Bappenas
  • 5 Des 2005 – Mei 2010 – Menteri Keuangan RI (era SBY)
    Reformasi pajak dan bea cukai
    Penanganan krisis keuangan global 2008
  • Juni 2008 – Okt 2009 – Plt Menko Perekonomian
  • Mei 2010 – 2016 – Managing Director & COO World Bank
  • 27 Juli 2016 – 2019 – Menteri Keuangan RI (era Jokowi)
  • 23 Okt 2019 – 2024 – Menteri Keuangan RI periode kedua
    Penanganan fiskal pandemi COVID-19
    Program Pemulihan Ekonomi Nasional
  • 2026 –
    Anggota Dewan Pengurus Gates Foundation
    World Leaders Fellow, Oxford University

Baca juga: ⇒ Kisah Nyata Jack Ma: Ditolak KFC, Bangun ALIBABA dari Nol

Example 468x60
Example 300250