Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
EnterNasional

Pencarian 7 Hari di Medan Ekstrem, Seluruh Korban ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan

×

Pencarian 7 Hari di Medan Ekstrem, Seluruh Korban ATR 42-500 Akhirnya Ditemukan

Sebarkan artikel ini
tim sar gabungan mengevakuasi korban pesawat atr 42-500 di pegunungan bulusaraung maros–pangkep
EVAKUASI — Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Operasi pencarian selama tujuh hari di medan pegunungan ekstrem tersebut berhasil menemukan seluruh korban. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAROS–PANGKEP — Setelah tujuh hari pencarian di medan pegunungan yang curam dan ekstrem, tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dengan temuan korban terakhir, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

Pada Jumat, 23 Januari 2026, pencarian pesawat ATR 42-500 memasuki hari ketujuh.

Tim SAR gabungan menemukan paket 9 dan paket 10 korban di kawasan Pegunungan Bulusaraung.

“Pukul 09.06 WITA paket sembilan telah ditemukan, dan pukul 09.10 WITA paket 10 juga telah ditemukan, dan kini dalam proses evakuasi,” ujar Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, sambil mengusap air matanya.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan dievakuasi menggunakan kantong paket.

Hingga hari ketujuh, total temuan di lokasi operasi berjumlah 10 paket korban yang seluruhnya ditangani oleh tim SAR gabungan.

Sebagian korban telah dievakuasi ke Lanud Sultan Hasanuddin untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Sementara itu, Asisten Operasi Kepala Staf Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, menjelaskan korban terakhir ditemukan.

Ia menjelaskan lokasinya di satu area dengan enam korban yang ditemukan sehari sebelumnya.

Lokasi tersebut berada di jurang menyerupai alur sungai sehingga proses evakuasi memerlukan teknik khusus.

Kepala Basarnas memastikan seluruh korban telah ditemukan.

“Alhamdulillah, pada pagi hari ini secara kuantitas sudah 10 kantong,” ujarnya.


Baca juga: ⇒ 1.200 Personel Dikerahkan, Evakuasi Pesawat ATR 42-500 Terus Dikebut


Hari Keenam dan Kelima

Sebelumnya, pada Kamis, 22 Januari 2026 atau hari keenam pencarian, tim SAR gabungan menemukan enam jenazah korban.

Yang berlokasi di kawasan Pegunungan Bulusaraung sekitar pukul 09.30 WITA.

Medan pencarian berupa tebing curam dan jurang. Oleh karena itu, proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik penyelamatan vertikal.

“Enam jenazah sudah kita rencanakan untuk evakuasi menggunakan teknik penyelamatan vertikal. Setelah diangkat ke puncak, jenazah akan dibawa ke posko, lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,” kata Kolonel Inf Dody Triyo Hadi.

Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang ditemukan hingga hari keenam mencapai delapan jenazah serta satu potongan tulang lengan.

Sementara itu, pada Rabu, 21 Januari 2026 atau hari kelima pencarian, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang.

Juga ditemukan sejumlah barang pribadi milik penumpang.

“Pada hari kelima operasi, tim menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi di beberapa titik pencarian,” kata Muhammad Arif Anwar.

Seluruh temuan tersebut diserahkan ke Tim DVI di RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.

Pesawat ATR 42-500 yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang.

Seluruh korban dalam insiden tersebut kini telah ditemukan, dan operasi SAR dinyatakan selesai.


Baca juga: ⇒ Maksimalkan Evakuasi Pesawat ATR 42-500, Menhub Kunjungi Pangkep

Example 468x60
Example 300250