Scroll untuk baca artikel
DaerahEntertainment

Wisatawan Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari, Berlaku Sejak April 2026

×

Wisatawan Komodo Dibatasi 1.000 Orang per Hari, Berlaku Sejak April 2026

Sebarkan artikel ini
komodo di taman nasional komodo labuan bajo
KOMODO — Seekor komodo berada di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, yang kini menerapkan pembatasan kunjungan wisatawan maksimal 1.000 orang per hari sejak April 2026. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MANGGARAI BARAT — Pemerintah membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, maksimal 1.000 orang per hari sejak April 2026.

Kebijakan ini diterapkan melalui pengelolaan oleh Balai Taman Nasional Komodo sebagai upaya menjaga daya dukung lingkungan serta melindungi habitat komodo di kawasan konservasi tersebut.

Pembatasan dilakukan melalui sistem kuota harian. Wisatawan diwajibkan melakukan reservasi sebelum berkunjung.

Jika kuota harian telah terpenuhi, pengunjung tidak dapat masuk ke kawasan dan diarahkan ke destinasi alternatif di sekitar Labuan Bajo.

Data kunjungan menunjukkan tekanan wisata yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Jumlah wisatawan ke Taman Nasional Komodo pada 2025 tercatat sekitar 429.509 orang. Rata-rata kunjungan harian berada di kisaran 1.100 hingga 1.180 orang.

Baca juga: Pemkot Bengkulu Fokus Perindah Pantai Panjang, ASN Dilibatkan Rawat Kawasan Destinasi

Sementara itu, kapasitas ideal kawasan diperkirakan berada di kisaran 300.000 hingga 360.000 wisatawan per tahun.

Kondisi tersebut menunjukkan jumlah kunjungan telah melampaui daya dukung lingkungan yang disarankan.

Pemerintah menilai pembatasan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.

Pemerintah daerah juga menyatakan kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala untuk melihat dampaknya terhadap sektor pariwisata dan masyarakat lokal.

Dengan diberlakukannya kuota maksimal 1.000 wisatawan per hari, pengelolaan pariwisata di Labuan Bajo diarahkan pada pendekatan yang lebih berkelanjutan.