Scroll untuk baca artikel
Lokal

Museum Tsunami Aceh Dipadati 13.764 Pengunjung, Jadi Favorit Liburan

×

Museum Tsunami Aceh Dipadati 13.764 Pengunjung, Jadi Favorit Liburan

Sebarkan artikel ini
artefak helikopter rusak akibat tsunami di museum tsunami aceh banda aceh
MUSEUM TSUNAMI ACEH — Artefak helikopter yang rusak akibat tsunami 2004 dipamerkan di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, sebagai sarana edukasi kebencanaan bagi pengunjung. (foto/jamlima.com)

JAMLIMA.COM, BANDA ACEH — Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh dipadati pengunjung saat liburan, dengan total 13.764 orang tercatat hingga Senin, 24 Maret 2026. Lonjakan ini terjadi karena tingginya minat wisatawan terhadap wisata edukasi dan sejarah di Aceh.

Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra Azwar, menyebut kunjungan datang dari berbagai daerah. Sebagian juga berasal dari wisatawan mancanegara yang ingin melihat langsung situs sejarah tsunami Aceh.

Ia menjelaskan, museum tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata. Tempat ini juga menjadi pusat edukasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Pendekatan tersebut membuat Museum Tsunami Aceh tetap relevan di tengah banyaknya pilihan wisata lain di daerah ini.

Kunjungan Didominasi Keluarga dan Wisatawan Regional

Dari total 13.764 pengunjung, sebanyak 3.315 merupakan anak-anak. Sebanyak 10.386 lainnya adalah pengunjung dewasa, sementara 63 orang tercatat sebagai wisatawan mancanegara.

Wisatawan asing didominasi dari Malaysia dan Singapura. Beberapa pengunjung juga berasal dari negara Eropa.

Data dari Badan Pusat Statistik Aceh mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh mencapai 2.716 orang pada Februari 2026. Tingkat hunian hotel berbintang berada di angka 21,63 persen.

Angka tersebut menunjukkan sektor wisata Aceh masih bergerak. Dalam konteks ini, Museum Tsunami Aceh menjadi salah satu titik kunjungan utama di Banda Aceh.

Berbeda dari wisata alam, museum ini menawarkan pengalaman berbasis sejarah dan edukasi. Nilai ini membuat kunjungan cenderung stabil dalam berbagai musim.

Pengelola juga memastikan layanan tetap berjalan baik saat lonjakan pengunjung. Pengaturan alur masuk dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas.