Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pengelolaan Sampah Laweyan Mulai Berdampak, Warga Kini Pilah dari Rumah

×

Pengelolaan Sampah Laweyan Mulai Berdampak, Warga Kini Pilah dari Rumah

Sebarkan artikel ini
sosialisasi pengelolaan sampah di kelurahan laweyan solo
ENGELOLAAN SAMPAH LAWEYAN — Warga dan aparat mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah di Kelurahan Laweyan, Solo, untuk mendorong pemilahan dari rumah. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, SOLO — Pengelolaan sampah Laweyan mulai berdampak, warga kini mulai memilah sampah dari rumah setelah sosialisasi digelar pada Jumat, 17 April 2026 di tingkat kelurahan.

Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, menggelar sosialisasi pengelolaan sampah yang dipadukan dengan kerja bakti lingkungan dalam Gerakan Surakarta ASRI. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemilahan sampah dari sumber sekaligus memperkuat keterlibatan warga di tingkat RT dan RW.

Langkah dari Laweyan

Sosialisasi berlangsung di Pendapa Kelurahan Laweyan pada Jumat, 17 April 2026 dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Prasetyaningsih Soewarno.

Kegiatan ini dihadiri Camat Laweyan Isnan Wihartanto, lurah beserta jajaran, Ketua LPMK, Ketua TP PKK, para ketua RT dan RW, pengurus bank sampah, pengurus Proklim, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, hingga petugas kebersihan kelurahan.

“Warga perlu mulai memilah sampah dari rumah karena ini menjadi kunci pengurangan beban sampah kota,” kata perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dalam sosialisasi tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi menjadi tugas petugas semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama di lingkungan permukiman.

Libatkan warga langsung

Pada hari yang sama, aparatur Kelurahan Laweyan melanjutkan kegiatan dengan kerja bakti lingkungan untuk mendukung Gerakan Surakarta ASRI.

Sampah dipisahkan antara organik dan anorganik sebelum diangkut petugas. Warga mulai memahami pentingnya memilah sampah dari sumber sebagai bagian dari kebiasaan baru di lingkungan.

Sampah dipilah dari sumber

Langkah ini sejalan dengan upaya pengelolaan sampah di Solo yang terus didorong pemerintah kota. Pemilahan dari rumah menjadi solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Persoalan sampah di Solo masih menjadi perhatian karena kapasitas TPA Putri Cempo yang terbatas. Kondisi ini mendorong penguatan pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, termasuk melalui bank sampah Laweyan.

Pengelolaan sampah Laweyan kini tidak lagi sebatas sosialisasi, tetapi mulai berkembang menjadi praktik nyata yang melibatkan warga secara langsung.

Langkah sederhana ini mulai menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan warga dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan sampah kota.