JAMLIMA.COM, LUWU — Bantuan satu unit combine harvester untuk petani Desa Salu Paremang Selatan, Kabupaten Luwu, tidak hanya menjadi dukungan alat panen, tetapi juga membuka kembali aspirasi warga soal kebutuhan air untuk lahan persawahan.
Bantuan tersebut diserahkan Bupati Luwu, Patahudding, saat menghadiri syukuran dan tudang sipulung masyarakat Desa Salu Paremang Selatan, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Muhajirin Desa Salu Paremang Selatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Anggota DPRD Luwu, Wahyu Napeng, Pabung Luwu, serta Plt Kepala Dinas Pertanian.
Bantuan Alat Panen
Desa Salu Paremang Selatan memiliki potensi komoditas unggulan, mulai dari kakao, padi, hingga tambak. Namun, kebutuhan air untuk lahan persawahan masih menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petani.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Luwu menyerahkan bantuan satu unit combine harvester kepada Kelompok Tani Desa Bunga Eja. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses panen dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Patahudding meminta bantuan alat pertanian itu dimanfaatkan secara optimal. Ia juga berharap penggunaannya dilakukan secara bersama-sama agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh petani.
Anggota DPRD Luwu, Wahyu Napeng, mengatakan masyarakat mulai merasakan peningkatan produksi pertanian. Menurut dia, hal itu tidak lepas dari koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Bapak Bupati dan Wakil Bupati hari ini masyarakat sudah merasakan adanya peningkatan produksi, khususnya di sektor pertanian. Alhamdulillah, program yang dijalankan sudah mulai dirasakan masyarakat. Saya berharap para penyuluh dapat bekerja maksimal untuk terus meningkatkan produksi pertanian kita,” ujarnya.
Dukungan alat panen ini juga sejalan dengan penguatan program pertanian nasional yang sebelumnya turut disinkronkan Pemkab Luwu.
Irigasi Jadi Aspirasi
Meski bantuan alat panen mulai dirasakan, warga tetap menyampaikan kebutuhan utama terkait ketersediaan air. Aspirasi itu direspons langsung oleh Bupati Luwu dalam kegiatan tudang sipulung tersebut.
Patahudding mengatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui opsi pompanisasi atau pembuatan sumur.
“Untuk Salu Paremang Selatan, insyaallah keluhan terkait perairan akan kita tindak lanjuti melalui pompanisasi atau pembuatan sumur. Untuk pembangunan jalan, kami mohon masyarakat bersabar karena adanya efisiensi anggaran,” ungkapnya.
Menurut Patahudding, masyarakat juga perlu aktif mengusulkan kebutuhan bantuan melalui proposal kepada dinas terkait. Cara itu dinilai penting agar kebutuhan kelompok tani dapat dipetakan dan masuk dalam proses perencanaan program.
Bupati Luwu juga menyampaikan sejumlah program pemerintah daerah yang sedang berjalan. Di antaranya bantuan bibit kakao dari Kementerian Pertanian, layanan BPJS gratis cukup dengan KTP dan KK, serta bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, dan tas.
Program untuk Warga
Selain sektor pertanian, Patahudding juga menyampaikan program umrah bagi 50 imam masjid. Program ini diberikan sebagai bentuk apresiasi, dengan salah satu pertimbangan jumlah jamaah salat subuh di masjid.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut diarahkan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, baik di sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, maupun keagamaan.
Bantuan combine harvester tersebut juga memperkuat posisi petani dalam agenda peran petani dalam swasembada pangan, terutama ketika pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi dari desa.
Melalui bantuan combine harvester dan tindak lanjut atas aspirasi irigasi, Pemkab Luwu berharap produktivitas petani di Salu Paremang Selatan dapat terus meningkat.
















