Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Entertainment

Pekan Sastra Taman Budaya dan Museum Disdikbud Sulbar, “Mencari Panglima Puisi dari Mandar”

×

Pekan Sastra Taman Budaya dan Museum Disdikbud Sulbar, “Mencari Panglima Puisi dari Mandar”

Sebarkan artikel ini
PANGLIMA PUISI -- Pekan Sastra Taman Budaya dan Museum UPTD Disdikbud, Sulbar, "Mencari Panglima Puisi dari Mandar", berlangsung 30 November hingga 3 Desember 2025. (foto/ist)

SULBAR — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya dan Museum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Pekan Sastra.

Kegiatan ini dibuka pada 30 November oleh Sekretaris Disdikbud Provinsi Sulbar, Andi Saifuddin, dan berlangsung hingga 3 Desember 2025.

Event tersebut merupakan kegiatan terakhir UPTD Taman Budaya dan Museum Butti Cipping pada tahun 2025.

Kepala UPTD Taman Budaya dan Museum, Ikha Lisrayani, mengatakan, ada sejumlah rangkaian kegiatan dalam Pekan Sastra ini

(foto/ist)

Dimulai dari seminar nasional dan bincang sastra, workshop penulisan kreatif, pertunjukan teater monolog, lomba baca puisi tingkat SMA sederajat se-Sulbar, lapak baca, hingga workshop teater.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh dan sastrawan, di antaranya Yundini Husni Djamaluddin, putri dari sastrawan Mandar Husni Djamaluddin; penyair Indonesia D Zawawi Imron; Dahri Dahlan, akademisi

Selain itu turut dihadirkan sastrawan Sulbar; penulis muda asal Mamuju, Mawan Belgia; serta Rudolf Puspa, sutradara teater keliling nasional.

Ikha menuturkan, semangat Pekan Sastra ini adalah untuk mencari the next Husni Djamaluddin sesuai tema “Husni Djamaluddin The Next Generation Keempat, Jejak Kehidupan”.

“Jadi sekaligus kita merefleksi atau merenungi kembali jejak kehidupan Husni Djamaluddin di tanah Mandar. Beliau adalah Panglima Puisi dari Mandar yang dikenal luas. Jadi kita ingin mencari tunas-tunas baru yang akan meneruskan jejak Husni Djamaluddin,” ujarnya.

(foto/ist)

Ia menjelaskan, Pekan Sastra ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Kebudayaan bahwa pada 2025 dan seterusnya akan diterapkan Manajemen Talenta Seni dalam pendidikan.

“Kami berharap ini terus berlanjut. Ini adalah event tahunan dan sudah yang keempat. Tentunya dengan tema-tema yang baru, tetapi semangatnya tetap sama, selalu dalam bingkai sastra dan teater,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem teater di Sulbar.

Dan sekaligus sejalan dengan panca daya ketiga Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta keterampilan. (*)

Example 468x60
Example 300250
gadis dan lelaki muda mengenakan busana merah merayakan tahun baru imlek dengan latar lampion dan dekorasi tionghoa
Entertainment

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Bagi banyak warga Tionghoa, Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender. Sebaliknya, mereka memaknainya sebagai ruang bersama untuk saling mengirim doa, menebar berkah,…