Scroll untuk baca artikel
Entertainment

Kuliner Kaltim Lagi Viral, Amplang hingga Street Food Diserbu Warga Balikpapan

×

Kuliner Kaltim Lagi Viral, Amplang hingga Street Food Diserbu Warga Balikpapan

Sebarkan artikel ini
amplang khas kalimantan timur di balikpapan
AMPLANG KALTIM — Sajian amplang khas Kalimantan Timur yang diburu warga di Balikpapan saat tren kuliner meningkat, akhir pekan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, BALIKPAPAN — Tren kuliner di Kalimantan Timur kembali menggeliat dan menarik perhatian warga. Beragam makanan, mulai dari amplang khas hingga street food modern, kini ramai diburu masyarakat di sejumlah titik keramaian di Balikpapan.

Fenomena ini terlihat sejak akhir pekan, saat kawasan pusat kuliner dan jalan protokol dipadati pengunjung yang berburu jajanan.

Tidak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan juga ikut meramaikan tren kuliner yang tengah viral ini.

Kuliner Makin Ramai

Amplang, camilan khas berbahan dasar ikan yang telah lama menjadi ikon kuliner Kalimantan Timur, tetap menjadi favorit.

Makanan ini umumnya dibuat dari ikan tenggiri atau ikan pipih, yang diolah dengan tepung dan digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah serta rasa gurih khas.

Di pasaran, harga amplang bervariasi mulai dari Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, tergantung kualitas bahan dan ukuran.

Dalam kondisi ramai seperti akhir pekan, pelaku usaha mengaku mampu memproduksi hingga 20–50 kilogram per hari untuk memenuhi permintaan.

Salah satu pelaku usaha kuliner di Balikpapan, Andi (35), menyebut penjualan amplang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau akhir pekan bisa naik dua kali lipat. Banyak yang beli untuk oleh-oleh atau langsung dimakan di tempat,” ujarnya.

Selain dikenal luas di Samarinda dan Balikpapan, amplang juga menjadi salah satu produk unggulan UMKM daerah yang banyak diburu wisatawan.

Amplang Tetap Favorit

Selain amplang, berbagai street food modern seperti makanan bakar, minuman kekinian, hingga jajanan fusion ikut meramaikan pilihan kuliner.

Kehadiran variasi menu ini membuat minat masyarakat semakin tinggi untuk mencoba berbagai jenis makanan dalam satu lokasi.

Seorang pengunjung, Rina (28), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana kuliner malam.

“Kami memang cari yang lagi ramai. Sekalian coba makanan yang lagi viral, apalagi banyak pilihan di sini,” katanya.

Para pelaku usaha kuliner juga merasakan dampak positif dari meningkatnya jumlah pengunjung.

Lonjakan ini terutama terjadi pada malam hari dan akhir pekan, yang mendorong omzet harian naik signifikan dibanding hari biasa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor kuliner di Kalimantan Timur terus berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.