Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
DaerahLokal

GAWAT! Pemkab Bocorkan Angka Pengangguran di Bantaeng Melonjak Tahun 2025, Ini Penyebabnya

×

GAWAT! Pemkab Bocorkan Angka Pengangguran di Bantaeng Melonjak Tahun 2025, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
phk massal bantaeng 1780 pekerja kehilangan pekerjaan
Ilustrasi - Sejumlah warga Bantaeng dilaporkan menganggur pasca PHK massal PT Huadi

AMLIMA.COM, BANTAENG — Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi di Kabupaten Bantaeng sepanjang tahun 2025. Kondisi ini memaksa ratusan hingga ribuan pekerja meninggalkan kampung halaman mereka.

Banyak pekerja memilih merantau ke luar daerah. Mereka mencari pekerjaan baru untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Sepanjang 2025, sekitar 1.780 pekerja kehilangan pekerjaan. Situasi ini muncul setelah PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia menghentikan operasional di Kawasan Industri Bantaeng.

Penutupan aktivitas industri tersebut berdampak langsung pada ekonomi warga. Banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bantaeng, Irfan Fajar, mengatakan sebagian besar mantan karyawan kini mencari pekerjaan di luar daerah. Sebagian dari mereka bahkan merantau hingga ke luar provinsi.

“Sekitar 1.780-an sudah di-PHK dan banyak yang mencari kerja di luar daerah,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).

PHK massal ini turut meningkatkan angka pengangguran di Bantaeng. Saat ini, jumlah pencari kerja di daerah tersebut mendekati dua ribu orang.

Kondisi ini menambah tekanan sosial dan ekonomi masyarakat. Lapangan kerja yang tersedia di daerah masih terbatas.

Sejumlah mantan pekerja mengaku kesulitan memperoleh pekerjaan baru. Mereka bersaing dengan pencari kerja dari wilayah lain.

Sebagian warga memilih bekerja di sektor informal. Warga lain mengambil pekerjaan sementara untuk bertahan hidup.

Sementara itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan industri di Bantaeng. Pemkab juga menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan dan pemangku kepentingan terkait.

Pemerintah berharap aktivitas industri di kawasan tersebut segera pulih. Pemulihan ini diharapkan membuka kembali lapangan kerja bagi para pekerja terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong pelaksanaan program pelatihan kerja. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

Peningkatan keterampilan tersebut membuka peluang kerja baru. Langkah ini juga menekan angka pengangguran di Bantaeng.

Example 468x60
Example 300250