Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Entertainment

Tren Masker: Bukan Sekadar Penutup Mulut, tapi Gaya

×

Tren Masker: Bukan Sekadar Penutup Mulut, tapi Gaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi cewek pakai masker gaya di ruang publik
Ilustrasi trend masker

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Masyarakat kini tidak lagi menggunakan masker hanya sebagai alat pelindung kesehatan. Di ruang publik seperti terminal, pusat perbelanjaan, dan kafe, warga memadukan masker dengan gaya berpakaian sehari-hari. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan banyak orang memilih masker yang serasi dengan busana, sepatu, dan aksesori.

Peningkatan aktivitas masyarakat di ruang publik mendorong perubahan fungsi masker. Masker kain bermotif, warna pastel, dan desain minimalis mendominasi pilihan. Anak muda, pekerja kantoran, dan pelaku UMKM menggunakan masker sebagai aksesori fesyen sambil tetap menjaga fungsi perlindungan dasar.

Di sejumlah pusat keramaian, pedagang fesyen menyatakan permintaan masker bergaya masih stabil. Masker polos berwarna hitam, putih, dan abu-abu tetap menarik minat pembeli karena mudah dipadukan dengan berbagai outfit. Sementara itu, masyarakat memilih masker bermotif batik dan etnik untuk kegiatan santai atau acara nonformal.

Pelaku industri fesyen lokal merespons tren ini dengan cepat. Mereka memproduksi masker berbahan lebih nyaman dan merancang desain ergonomis yang mengikuti bentuk wajah. Selain itu, produsen memperhatikan sirkulasi udara agar masker tetap nyaman saat digunakan dalam waktu lama.

Aspek Kesehatan Tetap Menjadi Perhatian

Dari sisi kesehatan, praktisi medis mengingatkan masyarakat untuk tetap memprioritaskan keamanan. Mereka merekomendasikan masker kain berbahan katun rapat dengan dua hingga tiga lapisan karena mampu menahan droplet dan tetap nyaman untuk bernapas. Untuk aktivitas berisiko lebih tinggi, tenaga kesehatan masih menyarankan masker medis sekali pakai atau respirator.

Selain bahan, cara memakai masker memegang peran penting. Pengguna perlu menutup hidung, mulut, dan dagu secara rapat tanpa celah. Masyarakat juga perlu mengganti masker kain setelah dipakai seharian atau ketika masker terasa lembap. Saat melepas masker, pengguna sebaiknya memegang tali atau earloop, bukan bagian depan.

Banyak warga mengaku memilih masker bergaya karena merasa lebih nyaman dan percaya diri. Masker yang menarik membuat mereka lebih konsisten menggunakannya, terutama saat beraktivitas di ruang publik atau menggunakan transportasi umum.

Media sosial turut mendorong perkembangan tren ini. Konten street style, rekomendasi outfit harian, dan unggahan influencer menampilkan masker sebagai elemen gaya yang menyatu dengan penampilan.

Tips Memakai Masker yang Benar di Ruang Publik

Untuk menjaga perlindungan, masyarakat dapat melakukan langkah berikut:

  • Menutup hidung, mulut, dan dagu secara rapat

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai masker

  • Mengganti masker jika lembap atau kotor

  • Melepas masker melalui tali atau earloop

  • Menghindari kebiasaan menurunkan masker ke dagu

Tips Memilih Jenis Masker Sesuai Aktivitas

Masyarakat dapat menggunakan masker kain untuk aktivitas harian berisiko rendah. Untuk ruang publik padat, masker medis menjadi pilihan yang lebih aman. Sementara itu, masker respirator cocok digunakan pada kondisi berisiko tinggi atau di lingkungan tertutup.

Dalam perjalanan jarak jauh seperti mudik dan libur panjang, masyarakat cenderung memilih masker yang ringan dan tidak panas. Masker dengan tali yang dapat disesuaikan membantu meningkatkan kenyamanan dan mendukung mobilitas tinggi.

Dengan perkembangan tersebut, masyarakat kini memaknai masker lebih dari sekadar alat kesehatan. Masker telah menjadi bagian dari gaya hidup. Selama aktivitas publik terus berlangsung, masyarakat akan tetap menggunakan masker sebagai pelindung sekaligus penanda gaya, dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan.

Example 468x60
Example 300250
gadis dan lelaki muda mengenakan busana merah merayakan tahun baru imlek dengan latar lampion dan dekorasi tionghoa
Entertainment

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Bagi banyak warga Tionghoa, Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender. Sebaliknya, mereka memaknainya sebagai ruang bersama untuk saling mengirim doa, menebar berkah,…