KDMP Gowa, Model Penguatan Ekonomi Desa
JAMLIMA.COM, GOWA — Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bone, Kecamatan Bajeng, menjadi model penguatan ekonomi desa di Sulawesi Selatan.
Koperasi ini dirancang sebagai pusat distribusi dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai koperasi desa membuka peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi lokal.
Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, di KDMP Desa Bone, Sabtu (21/2).
“Kalau koperasi desa berjalan baik, perputaran ekonomi bisa tinggal di desa. Itu yang kita dorong agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung,” ujar Bupati Talenrang.
Baca juga: Kelola Rp3 Miliar, Koperasi Wanita Maiwa Tembus Empat Dekade

Penguatan Ekonomi Desa
Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai simpul distribusi kebutuhan masyarakat. Skema ini membuka peluang usaha baru dan memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Bupati Gowa berharap koperasi menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, mulai dari distribusi barang hingga penguatan usaha kecil.
“Harapannya koperasi ini menjadi ruang tumbuh usaha masyarakat desa, dari distribusi barang sampai penguatan usaha kecil,” lanjutnya.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, meninjau langsung progres pembentukan koperasi.
Ia menyebut KDMP Desa Bone termasuk yang paling cepat berkembang di Sulawesi Selatan.
“Dalam dua kali kunjungan, progresnya sangat baik. Inisiasi Koperasi Merah Putih di Desa Bone menjadi salah satu yang pertama tuntas di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Dzulfikar menjelaskan koperasi desa memiliki posisi penting dalam rantai pasok ekonomi nasional.

Selama ini distribusi barang lebih banyak berada di tingkat perusahaan besar, sementara desa cenderung menjadi konsumen.
“Nilai bisnis rantai pasok di Indonesia mencapai sekitar dua ribu triliun rupiah. Kita ingin masyarakat desa ikut mengambil bagian dari perputaran ekonomi itu,” kata Dzulfikar.
Sebagai penguatan jaringan, pemerintah merencanakan pembentukan Kedai Dusun Merah Putih di enam dusun di Desa Bone.
Unit ini akan terhubung dengan koperasi desa sebagai pusat pengelolaan dan distribusi.
Model tersebut mendorong koperasi berfungsi sebagai penggerak aktivitas ekonomi di tingkat dusun, bukan hanya sebagai lembaga administrasi.
Camat Bajeng bersama Tripika Kecamatan Bajeng turut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
Baca juga:

























