Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sehat

Kanker Tak Datang Mendadak, Gaya Hidup Kita Jadi Pemicunya

×

Kanker Tak Datang Mendadak, Gaya Hidup Kita Jadi Pemicunya

Sebarkan artikel ini
ilustrasi sel kanker dalam kaca pembesar dengan makanan cepat saji dan makanan sehat di meja kayu
KANKER — Ilustrasi sel kanker dalam kaca pembesar dengan perbandingan makanan cepat saji dan makanan sehat di atas meja kayu. Gambar menekankan pengaruh pola makan terhadap risiko kanker. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, SEHAT — Kanker bukan datang tiba-tiba. Penyakit ini terbentuk perlahan akibat gaya hidup, pola makan, stres, serta kebiasaan harian yang sering terabaikan.

Banyak orang baru sadar ketika kondisi sudah terlambat.

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Fakta menunjukkan, selain faktor genetik dan lingkungan, pola makan berperan besar dalam meningkatkan risiko kanker.

Artinya, kita tidak bisa hanya menyalahkan takdir; kita ikut menentukan risikonya lewat pilihan harian.

Pola Makan Berisiko

Pertama, makanan yang dibakar hingga gosong menghasilkan senyawa HCA (Heterocyclic Amines) dan PAH yang berpotensi merusak DNA.

Jika kerusakan terjadi terus-menerus, sel abnormal bisa berkembang menjadi kanker. Kita sering menganggap bagian hitam itu “lebih nikmat”, padahal di situlah bahayanya.

Kedua, makanan cepat saji seperti burger, kentang goreng, pizza, dan fried chicken tinggi lemak trans, garam, serta kalori, tetapi rendah serat.

Konsumsi berlebihan berkaitan dengan kanker usus dan payudara. Pola makan ini juga memicu obesitas, yang terbukti meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Ketiga, makanan dan minuman tinggi gula mendorong lonjakan insulin dan memicu obesitas.

Obesitas berhubungan dengan kanker hati, pankreas, dan payudara. Jadi, gula memang tidak langsung menyebabkan kanker, tetapi ia membuka jalannya.

Keempat, makanan berjamur seperti kacang, jagung, atau beras yang disimpan terlalu lama dapat mengandung aflatoksin.

Zat ini sangat berbahaya bagi hati dan berisiko tinggi menyebabkan kanker hati.

Kelima, daging olahan seperti sosis, nugget, ham, kornet, dan bacon mengandung nitrit serta nitrat yang dapat berubah menjadi senyawa karsinogen.

Bahkan, World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai pemicu kanker, khususnya kanker usus besar. Konsumsi rutin tanpa kontrol jelas memperbesar risiko.

Kebiasaan kecil yang terulang setiap hari dapat menjadi faktor penentu munculnya kanker.

Karena itu, masyarakat perlu mengontrol konsumsi, memilih makanan segar, dan menjaga pola hidup sehat sebagai langkah nyata mencegah penyakit mematikan ini. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber kesehatan global.

Pertanyaannya, sudahkah kita mengubah kebiasaan sebelum semuanya terlambat?


Example 468x60
Example 300250
siung bawang putih mentah segar untuk mendukung daya tahan tubuh
Sehat

JAMLIMA.COM, SEJAT — Bawang putih sering hanya dianggap sebagai bumbu dapur pelengkap rasa. Padahal di balik aromanya yang tajam, tersimpan berbagai manfaat kesehatan yang kerap…