Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Entertainment

Puncak Hari Jadi Bantaeng Ke-771, Hadirkan Festival Butta Toa 2025 dengan Guest Star Juicy Luicy

×

Puncak Hari Jadi Bantaeng Ke-771, Hadirkan Festival Butta Toa 2025 dengan Guest Star Juicy Luicy

Sebarkan artikel ini
Juicy Luicy sebagai guest star pada Festival Butta Toa 2025 di Puncal HUT Bantaeng 771. (foto/ist player)

JAMLIMA.COM, BANTAENG — Kabupaten Bantaeng bersiap menggelar Festival Butta Toa 2025, sebuah perayaan budaya terbesar daerah yang akan berlangsung pada 3-7 Desember 2025 di Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Acara ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Bantaeng ke-771 dengan tema “Bangkit Semarak, Deru Tradisi Bantaeng.”

Salah satu daya tarik utama festival tahun ini adalah kehadiran Juicy Luicy sebagai guest star, yang akan tampil untuk menghibur pengunjung di malam puncak acara Hari Jadi Bantaeng.

Festival Butta Toa tahun ini menekankan semangat harmoni antara manusia, alam, dan tradisi yang telah mengakar kuat pada masyarakat Bantaeng.

Pihak penyelenggara menggambarkan Festival Butta Toa sebagai ruang untuk “merayakan cerita tentang tanah yang tumbuh dan tradisi yang hidup.”

Perayaan ini juga akan menampilkan rangkaian acara budaya yang menyatukan nilai tradisi masa lalu dengan semangat masa kini dan harapan masa depan.

Selama lima hari penyelenggaraan, Festival Butta Toa menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya, Pertunjukan budaya, Parade pasukan berkuda, Perlombaan masyarakat, Panggung Kharisma Bantaeng, Festival Kaloli, Pameran sejarah Bantaeng (masa lalu, kini, dan nanti), dan kegiatan lainnya.

Festival ini diharapkan menjadi momentum yang mengangkat identitas budaya Butta Toa serta memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan leluhur yang selama ini dijaga. (*)

Example 468x60
Example 300250
gadis dan lelaki muda mengenakan busana merah merayakan tahun baru imlek dengan latar lampion dan dekorasi tionghoa
Entertainment

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Bagi banyak warga Tionghoa, Tahun Baru Imlek bukan sekadar pergantian kalender. Sebaliknya, mereka memaknainya sebagai ruang bersama untuk saling mengirim doa, menebar berkah,…