Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Stok Pangan Nasional Melimpah, Mentan: Harga Tetap Stabil Lebaran 2026

×

Stok Pangan Nasional Melimpah, Mentan: Harga Tetap Stabil Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
stok pangan nasional aman jelang lebaran 2026 menteri pertanian pastikan harga stabil surplus beras 28 juta ton
STOK PANGAN — Stok pangan nasional aman jelang Lebaran 2026. Menteri Pertanian pastikan harga stabil dan surplus beras capai 28 juta ton. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang hingga Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah.

Kondisi ini, menurutnya, membuat momentum Lebaran 2026 membawa kebahagiaan bagi seluruh pihak.

Mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai pelaku distribusi, hingga masyarakat sebagai konsumen.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional dan modern, harga kebutuhan pokok terjaga stabil dan stok tersedia dalam jumlah cukup.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah menjaga kondisi tersebut melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujarnya.


Baca juga: Wakil Bupati Bone Hadiri Launching GEMERLAP: Mentan Puji Inovasi 5 Juta Kelapa Selayar


Stok Beras Nasional Kuat dan Surplus

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa stok beras nasional berada dalam kondisi sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai sekitar 4,09 juta ton.

Sementara itu, beras yang beredar di masyarakat berkisar 11–12 juta ton, ditambah potensi panen sekitar 12 juta ton dalam waktu dekat.

Dengan demikian, total kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton, atau setara ketahanan pangan hingga 11 bulan ke depan.

Selain itu, produksi beras nasional menunjukkan tren meningkat.

Panen raya yang berlangsung pada Februari hingga April 2026 di berbagai daerah turut memperkuat stok sekaligus menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani.

“Produksi kita meningkat. Panen raya terjadi di banyak daerah. Februari, Maret, dan April menjadi puncaknya, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah di atas kebutuhan konsumsi nasional,” jelasnya.

Dengan kebutuhan beras sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi berkisar 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, Indonesia berada dalam kondisi surplus beras.


Baca juga: Kunjungi Bone, Mentan Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Tonra Rp1,7 Triliun


Komoditas Lain Surplus, Harga Tetap Terkendali

Tak hanya beras, sejumlah komoditas strategis lainnya juga mencatat surplus hingga April 2026.

Beras memiliki ketersediaan 27,5 juta ton dengan kebutuhan 10,3 juta ton, sehingga surplus 17,2 juta ton.

Kemudian, cabai rawit tersedia 409 ribu ton dengan kebutuhan 304 ribu ton, atau surplus 105 ribu ton.

Daging ayam mencapai 2,07 juta ton dengan kebutuhan 1,34 juta ton, sehingga surplus 727 ribu ton.

Sementara itu, bawang merah mencatat ketersediaan 479 ribu ton dengan kebutuhan 422 ribu ton, atau surplus 57 ribu ton.

Neraca cabai nasional juga menunjukkan surplus, yakni cabai rawit merah sekitar 46.868 ton dan cabai besar 8.282 ton.

Kondisi tersebut membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar tidak merugikan petani maupun memberatkan masyarakat.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.

Pengawasan harga pun dilakukan lintas sektor guna mencegah penimbunan dan permainan harga, terutama selama Ramadan dan Idulfitri.

Mentan Amran menyebut kondisi pangan nasional yang kuat menjadi alasan Lebaran tahun ini terasa lebih membahagiakan bagi seluruh pihak.


Example 468x60
Example 300250