Scroll untuk baca artikel
Daerah

Akhirusanah ACG Tampilkan Kreativitas Siswa dan Wisuda Tahfidz Angkatan ke-5

×

Akhirusanah ACG Tampilkan Kreativitas Siswa dan Wisuda Tahfidz Angkatan ke-5

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Akhirusanah dan Kepala Sekolah Alif Cendekia Gowa dalam kegiatan Akhirusanah Tahun Ajaran 2025/2026
KETUA PANITIA DAN KEPALA SEKOLAH ACG — Ketua Panitia Akhirusanah, Nasruddin, bersama Kepala Sekolah Alif Cendekia Gowa Auliah Rachmansyah dalam rangkaian Akhirusanah Tahun Ajaran 2025/2026 di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 20/6/2026. (foto/ist)

  1. Alif Cendekia Gowa menggelar Akhirusanah Tahun Ajaran 2025/2026 di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026, sebagai ruang apresiasi bagi siswa jenjang SD.
  2. Kegiatan Akhirusanah menampilkan ragam kreativitas siswa dari kelas satu hingga kelas enam, sekaligus mempererat interaksi antara siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah.
  3. Ketua Panitia Nasruddin menyebut konsep utama kegiatan adalah kedekatan, baik antarsiswa, siswa dengan guru, siswa dengan orang tua, maupun antarorang tua siswa.
  4. Akhirusanah ACG juga dirangkaikan dengan Wisuda Tahfidz angkatan ke-5 yang diikuti 71 siswa dengan capaian hafalan beragam, mulai dari Juz 30 hingga beberapa juz lainnya.
  5. Ketua Panitia dan Kepala Sekolah menyampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan Akhirusanah terdapat ketidaknyamanan atau insiden kecil, serta menjadikan masukan orang tua sebagai bahan evaluasi.

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Sekolah Alif Cendekia Gowa (ACG) menggelar Akhirusanah Tahun Ajaran 2025/2026 untuk jenjang Sekolah Dasar.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu, (20/6/2026), dan menjadi ruang apresiasi bagi siswa atas proses belajar, penguatan karakter, kreativitas, serta capaian hafalan Al-Qur’an selama satu tahun ajaran.

Akhirusanah ACG tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial penutup tahun ajaran.

Acara tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah.

Kedekatan Orang Tua

Ketua Panitia Akhirusanah ACG, Nasaruddin, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan mengedepankan kedekatan interaksi antara siswa, guru, dan orang tua.

Menurutnya, sekolah ingin menghadirkan suasana yang tidak hanya menampilkan kemampuan siswa.

Hal ini bertujuan untuk juga memperkuat komunikasi antara seluruh unsur pendidikan.

“Konsep yang kami utamakan adalah kedekatan interaksi antarsiswa, siswa dengan guru, siswa dengan orang tua, serta antarorang tua,” ujar Nasruddin yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Guru Bahasa Arab.

Ia berharap komunikasi dan kedekatan yang terbangun dalam kegiatan Akhirusanah tidak berhenti saat acara berlangsung.

Lebih dari itu, hubungan tersebut diharapkan terus terjalin dalam kegiatan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Nasruddin menjelaskan, kegiatan Akhirusanah tahun ini menampilkan berbagai aksi kreativitas siswa dari seluruh tingkatan kelas, mulai dari kelas satu hingga kelas enam.

“Kami menampilkan berbagai aksi kreativitas siswa di semua tingkat kelas, mulai dari kelas satu hingga kelas enam,” ucapnya.

Menurut Nasruddin, konsep kedekatan dan ruang ekspresi bagi siswa telah menjadi bagian dari budaya pendidikan ACG sejak sekolah tersebut berdiri.

Karena itu, persiapan kegiatan dilakukan secara matang jauh sebelum hari pelaksanaan.


Baca juga: Parah! Dugaan 58 Juta Data Mahasiswa Dijual di Dark Web, DPR Desak Pemerintah


Fase Pra-Event

Ia menyebutkan, fase pra-event telah disusun sejak Maret 2026 atau sekitar tiga bulan sebelum kegiatan digelar.

“Sesuai petunjuk teknis setiap tahun, kami sudah melakukan pemantapan konsep tiga bulan sebelum hari pelaksanaan,” tegas Nasruddin, yang akrab disapa siswa dan orang tua sebagai Ustadz Nasa.

Di sisi lain, panitia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa apabila selama pelaksanaan Akhirusanah terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Termasuk ketidaknyamanan maupun insiden kecil yang terjadi di tengah jalannya acara.

Nasruddin mengatakan, panitia telah berupaya menyiapkan dan mengatur flow kegiatan dengan sebaik-baiknya.

Namun, pihaknya tetap terbuka terhadap masukan dan evaluasi dari orang tua siswa, sebagai bagian dari perbaikan kegiatan pada tahun berikutnya.

“Kami dari panitia memohon maaf apabila dalam pelaksanaan tahun ini masih terdapat ketidaknyamanan. Kami juga memahami adanya masukan dari orang tua siswa, terutama karena suasana pelaksanaan mungkin berbeda dari beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, panitia telah berusaha semaksimal mungkin mengatur alur kegiatan agar tetap memberi ruang kedekatan antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah dalam waktu yang tersedia.

“Tim panitia telah berupaya semaksimal mungkin untuk menghadirkan kegiatan yang berfokus pada kedekatan orang tua dan siswa. Waktu pelaksanaan juga sudah kami atur sebaik mungkin, namun tentu masih ada hal-hal yang menjadi bahan evaluasi bersama,” ucapnya.


Baca juga: Serdik Tak Jelas hingga Dugaan Pungli, PPG UNM Tuai Protes Mahasiswa


Evaluasi Pendidikan

Sementara itu, Kepala Sekolah ACG, Auliah Rachmansyah, S.Pd., M.Pd., Gr, menyampaikan bahwa Akhirusanah bukan sekadar kegiatan yang terlaksana begitu saja.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi internal sekolah. Selain itu sebagai pengembangan konsep pendidikan yang terus diperbaiki dari waktu ke waktu.

Ia menjelaskan, ACG juga mengadopsi sejumlah praktik baik dari berbagai sekolah di Indonesia untuk memperkuat sistem pembelajaran. Termasuk kegiatan kesiswaan, dan pola pendampingan terhadap peserta didik.

“Sistem yang kami bangun selama ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh, mulai dari substansi pembelajaran hingga pelaksanaan kegiatan seperti Akhirusanah,” ujarnya.

Kepala Sekolah ACG juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua siswa. Apabila pelaksanaan Akhirusanah tahun ini belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak.


Baca juga: 1.224 Aset Tanah Pemkab Gowa Belum Bersertifikat, Sekolah dan Jalan Jadi Fokus


Menurutnya, setiap kegiatan besar tentu memiliki dinamika di lapangan. Karena itu, sekolah menjadikan seluruh masukan dari orang tua sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya.

“Atas nama sekolah, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua siswa. Apabila selama pelaksanaan Akhirusanah terdapat ketidaknyamanan maupun insiden kecil yang kurang berkenan,” ujarnya.

Ia menegaskan, ACG tetap berkomitmen membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa.

Sekolah juga akan terus memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan agar nilai pendidikan dan kebersamaan.

Termasuk tindakan apresiasi terhadap siswa dapat tersampaikan dengan lebih baik.

“Masukan dari orang tua sangat berarti bagi kami. Semua itu akan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih tertib dan nyaman. Selain itu tetap menghadirkan makna pendidikan bagi siswa,” ucapnya.

Menurutnya, penguatan sistem pendidikan tersebut menjadi salah satu alasan orang tua terus memberikan kepercayaan kepada ACG sebagai lembaga pendidikan pilihan.

“Hingga Tahun Ajaran 2025/2026, orang tua masih menjadikan ACG sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik, khususnya di Sulawesi Selatan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam penguatan tenaga pendidik, ACG tidak hanya melihat jenjang pendidikan formal.

Sekolah juga menekankan kualitas dalam mentransfer ilmu, membimbing karakter, dan mendampingi perkembangan siswa.

Bagi ACG, tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam membentuk lingkungan belajar yang menyenangkan, religius, dan berorientasi pada perkembangan anak.


Baca juga: Sekolah Rakyat Luwu Timur Disetujui, Tahap Tiga Dibangun Tahun Ini


Wisuda Tahfidz

Selain menampilkan kreativitas siswa, Akhirusanah ACG juga dirangkaikan dengan Wisuda Tahfidz angkatan ke-5.

Pada tahun ini, sebanyak 71 siswa mengikuti Wisuda Tahfidz dengan capaian hafalan yang beragam.

Adapun rincian capaian hafalan siswa yakni Juz 30 sebanyak 51 siswa, Juz 29 sebanyak 21 siswa, dan Juz 28 sebanyak 13 siswa.

Selain itu, terdapat 1 siswa dengan capaian hafalan Juz 28 dan 29, 2 siswa dengan capaian Juz 1, 7 siswa dengan capaian Juz 1 dan 2, serta 1 siswa dengan capaian Juz 4 dan 5.

Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan ACG.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, percaya diri, kreatif, dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya.

Akhirusanah Alif Cendekia Gowa Tahun Ajaran 2025/2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang siswa.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar peserta didik, sekaligus pengingat bahwa pendidikan membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah, guru, siswa, dan keluarga.


Baca juga: Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat di Banjarmasin, Wakil Bupati Wajo: Perkuat Pendidikan Inklusif