- Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Bantaeng digelar di Balai Kartini, Senin, 15 Juni 2026.
- Kegiatan ini dihadiri Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin dan Presidium MN KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
- Uji Nurdin mengakui HMI memiliki pengaruh besar dalam jejaring sosial dan politik.
- Ahmad Doli meminta HMI dirawat sebagai aset daerah yang dapat membantu pembangunan Bantaeng.
JAMLIMA.COM, BANTAENG — Training Raya Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Bantaeng digelar di Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Senin, (15/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin yang sering disapa Uji Nurdin. Hadir pula Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau MN KAHMI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Forum tersebut menjadi ruang pertemuan antara kader HMI, alumni, dan pemerintah daerah.
Selain bertujuan memperkuat proses kaderisasi, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya peran organisasi mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Uji Nurdin mengatakan, HMI merupakan organisasi besar dengan pengaruh sangat luas.
Menurutnya, pengaruh itu tidak hanya terlihat di dunia kemahasiswaan, tetapi juga dalam ruang sosial dan politik.
Ia mengaku semakin memahami kuatnya jejaring HMI setelah melalui proses Pilkada Bantaeng.
“Dulu saya berpikir HMI itu organisasi yang biasa. Begitu saya mengikuti momentum Pilkada kemarin, saya baru paham betul betapa besarnya pengaruh HMI di Indonesia,” kata Uji Nurdin.
Baca juga: 400 Mobil Retro Klasik se-Sulawesi Berkumpul di Pantai Marina Bantaeng
Jejaring HMI Dinilai Kuat
Uji Nurdin menyampaikan, sejumlah kader KAHMI memiliki peran penting dalam proses politik yang pernah ia lalui.
Ia menyebut Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai salah satu figur yang memberi arahan saat dirinya menjalani proses politik di Partai Golkar.
















