Sementara di Kelurahan Pattapang, pengaspalan Jalan Lembanna dinilai penting untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Ruas Jalan Lembanna terbagi dalam dua segmen dengan total panjang hampir 900 meter. Selain pertanian, kawasan ini juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.
“Ini akses pertanian masyarakat. Ketika semuanya ditindaklanjuti pemerintah, dampaknya tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga membuka potensi wisata yang sangat bagus dan menjadi peluang peningkatan PAD Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Baca juga: Pengukuran MYC Paket 2 Dimulai, Gubernur Sulsel Genjot Pembangunan Jalan Takalar Gowa
Tender Juni 2026
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Subchan Ishak, mengatakan seluruh ruas jalan tersebut ditargetkan masuk proses tender pada Juni 2026.
Saat ini, dokumen pekerjaan masih dalam tahap review HPS di Inspektorat. Setelah itu, proses berlanjut ke persiapan lelang.
“Sekarang sementara review HPS di Inspektorat. Setelah itu masuk tahap persiapan lelang dan Insya Allah tender bisa berjalan bulan Juni,” katanya.
Warga Lembanna, Hasbullah, menyambut baik rencana pengaspalan tersebut. Ia menilai jalan yang lebih baik akan membantu kegiatan harian masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat sangat bersyukur kalau jalan ini bisa diaspal. Yang paling utama tentu untuk mendukung pertanian, kemudian pariwisata,” tuturnya.
Pemkab Gowa berharap peningkatan akses jalan di Tinggimoncong dapat memperlancar distribusi hasil pertanian dan memperkuat pertumbuhan wisata Malino sebagai penggerak ekonomi daerah.
















