JAMLIMA.COM, BANTAENG — Sebanyak 31.655 warga Bantaeng menerima bantuan pangan periode Februari dan Maret 2026 berupa beras dan minyak goreng dari Bulog.
Bantuan tersebut terdiri atas 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap penerima. Jika dihitung secara keseluruhan, bantuan itu setara dengan sekitar 633,1 ton beras dan 126.620 liter minyak goreng yang disalurkan kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di Kantor Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Selasa, (12/5/2026).
Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin itu menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, dan kelurahan yang ikut mengawal proses penyaluran bantuan pangan tersebut.
Bupati Ingatkan Bantuan Tidak Dijual
Uji Nurdin berharap bantuan pangan itu benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga penerima.
“Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan lagi. Semoga bantuan ini kita gunakan secara bijak dan jangan sampai dijual,” kata Uji Nurdin.
Ia menilai bantuan pangan dari pemerintah pusat tersebut penting untuk membantu masyarakat, terutama dalam menjaga kebutuhan pokok keluarga.
Menurutnya, penyaluran bantuan perlu terus dikawal agar tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Pendekatan intervensi tepat sasaran juga menjadi perhatian sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Hal ini termasuk dalam strategi penghapusan kemiskinan ekstrem di Gowa yang menekankan penurunan beban pengeluaran masyarakat.
Dinsos Sebut Jumlah Penerima Bertambah
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bantaeng, Abdi Syam, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bantaeng Uji Nurdin atas dukungan dalam penguatan penyaluran bantuan pangan di daerah.
Abdi menyebut jumlah penerima bantuan pangan di Bantaeng bertambah sekitar 15 ribu kepala keluarga.
“Terima kasih kepada bapak bupati, karena peran beliau sehingga bantuan pangan beras bertambah. Dengan adanya bantuan pangan beras ini, masyarakat bisa sedikit meringankan kebutuhan pangan dalam keluarganya,” ujar Abdi Syam.
Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu upaya menjaga daya beli masyarakat, sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pokok warga Bantaeng.
BPS Kabupaten Bantaeng mencatat angka kemiskinan turun dari 8,26 persen pada 2024 menjadi 7,68 persen pada 2025.
Penurunan itu setara 0,58 poin persentase, dengan jumlah penduduk miskin berkurang dari 15,80 ribu jiwa menjadi 14,47 ribu jiwa.
Fungsional Statistisi Muda BPS Bantaeng, Agus Budiman, menyebut penurunan juga terlihat pada indeks kedalaman kemiskinan atau P1 yang turun dari 0,89 persen menjadi 0,83 persen.
Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan atau P2 turun menjadi 0,15 persen pada 2025.
















