JAMLIMA.COM, JAKARTA — Pengangguran di daerah masih menjadi tantangan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Di balik angka, ada keluarga yang kehilangan penghasilan dan anak muda yang kesulitan mendapat pekerjaan.
Karena itu, Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) menegaskan pentingnya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.
Tujuannya agar peluang kerja semakin terbuka dan merata.
Kepala BSKDN, Yusharto Huntoyungo, menilai upaya menekan pengangguran tidak bisa hanya berfokus pada angka.
“Dibutuhkan ekosistem yang kuat untuk menghadapi tantangan pengangguran, mulai dari perencanaan yang matang, pelaksanaan program, hingga kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian hasilnya berkelanjutan,” ujarnya. Rabu, (1/2026) lalu.
Ia menegaskan, pendekatan berbasis data dan tata kelola yang komprehensif menjadi kunci agar kebijakan tidak hanya berjalan, tetapi juga efektif dan terukur.
Namun di lapangan, tantangan masih dihadapi di berbagai daerah.
Baca juga: Resmi! Swasta, BUMN hingga BUMD Diimbau WFH 1 Hari Sepekan
Irwan Nugroho yang menjadi salah satu tim penilai menyoroti ketimpangan antara sektor pertanian dan perkotaan.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan struktural yang belum sepenuhnya teratasi.
Irwan mempertanyakan sejauh mana efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong tenaga kerja.
Khususnya di wilayah perkotaan, untuk beralih atau terlibat dalam sektor pertanian yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Menurutnya, pemerintah perlu bergerak lebih cepat. Caranya dengan memperkuat perlindungan tenaga kerja.
Termasuk membuka peluang kerja alternatif, dan meningkatkan keterampilan agar masyarakat tetap adaptif terhadap perubahan pasar.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang.
Melalui kegiatan ini, BSKDN berharap praktik baik yang telah dipaparkan dapat diterapkan di daerah lain.
Dengan demikian, upaya penurunan pengangguran tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi daerah.

























