Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

PT Vale Catat Kinerja Solid 2025, Produksi Nikel Tembus 72.027 Ton

×

PT Vale Catat Kinerja Solid 2025, Produksi Nikel Tembus 72.027 Ton

Sebarkan artikel ini
PT Vale catat kinerja solid 2025 dengan produksi nikel 72.027 ton
PRODUKSI NIKEL - PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 ton. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Perusahaan PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025. Sepanjang periode tersebut, perusahaan memproduksi nikel dalam matte sebanyak 72.027 metrik ton, meningkat dari 71.311 ton pada 2024.

Selanjutnya, perusahaan tambang berkode saham INCO itu mengumumkan hasil kinerja keuangan yang telah melalui tahap diaudit. Pengumuman tersebut secara resmi pada Senin, (16/3/2026).

Di sisi lain, capaian PT Vale tersebut mencerminkan ketangguhan perusahaan menghadapi dinamika pasar nikel global.

Pada saat yang sama, capaian ini turut memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan menjaga keandalan operasional. Selain itu, perusahaan terus mengelola produksi secara efisien sepanjang tahun.


Baca juga: Kolaborasi PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Tuntaskan Lahan Old Camp Sorowako


Produksi Nikel Meningkat

Lebih lanjut, sepanjang 2025 PT Vale meningkatkan pengiriman nikel matte menjadi 73.093 ton. Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan 72.625 ton pada 2024.

Namun demikian, pada kuartal IV 2025 perusahaan memproduksi 17.052 ton nikel matte.

Jumlah tersebut sekitar 12 persen lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 19.391 ton.

Penurunan ini terjadi karena, perusahaan memulai pembangunan kembali Furnace 3 pada November 2025.

Sementara itu, perusahaan menargetkan penyelesaian proyek tersebut pada Mei 2026.

Di saat yang sama, PT Vale juga memperluas portofolio bisnis. Langkah ini dilakukan melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penjualan bijih saprolit sekitar 2,3 juta wet metric tons. Menariknya, kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi.

Melalui langkah tersebut, PT Vale membuka sumber pendapatan baru. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya bergantung pada produksi nikel matte.


Baca juga: PT Vale Dorong Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi di Kolaka


Proyek Hilirisasi Berlanjut

Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar 990,2 juta dolar AS pada 2025. Nilai ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, perusahaan mencatat EBITDA sebesar 228,2 juta dolar AS. Sementara itu, laba bersih mencapai 76,1 juta dolar AS atau naik sekitar 32 persen dari tahun 2024.

Kinerja tersebut terutama didorong oleh peningkatan produksi. Selain itu, volume pengiriman yang lebih tinggi serta pengendalian biaya operasional turut memperkuat hasil keuangan perusahaan.

Sepanjang 2025, PT Vale juga mengalokasikan belanja modal sekitar 485,9 juta dolar AS. Jumlah ini meningkat sekitar 46 persen dari tahun sebelumnya.

Perusahaan kemudian memfokuskan investasi tersebut untuk pengembangan proyek pertambangan. Di samping itu, penggunaan dana ini juga untuk pembangunan fasilitas hilirisasi.

Salah satu proyek strategis berada di Pomalaa. Saat ini, proyek pertambangan di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 60 persen progres.

Sementara itu, proyek HPAL telah memasuki sekitar 50 persen tahap konstruksi. Perusahaan menargetkan penyelesaian mekanis pertama pada triwulan III 2026.

Ke depan, manajemen PT Vale menegaskan komitmen menjaga disiplin keuangan. Pada saat yang sama, perusahaan akan memperkuat tata kelola serta menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.


Example 468x60
Example 300250