Scroll untuk baca artikel
Nasional

Persiapan Haji 2026: Perkuat Skema Murur-Tanazul untuk Jamaah Lansia dan Risti

×

Persiapan Haji 2026: Perkuat Skema Murur-Tanazul untuk Jamaah Lansia dan Risti

Sebarkan artikel ini
persiapan haji 2026 jemaah lansia didampingi petugas di embarkasi dengan skema murur dan tanazul
PERSIAPAN HAJI 2026 — Petugas haji mendampingi jemaah lansia saat proses keberangkatan di embarkasi, sebagai bagian dari penerapan skema murur dan tanazul untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan ibadah. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Menjelang musim haji 1447 H / 2026 M, pemerintah memperkuat berbagai skema demi memastikan jamaah Haji Indonesia dapat beribadah dengan aman dan nyaman di Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, terutama menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, pemerintah menerapkan skema murur dan tanazul guna melindungi jamaah, khususnya lanjut usia (lansia) dan jamaah risiko tinggi (risti).

Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab dalam menjaga keselamatan tamu-tamu Allah selama menunaikan rukun Islam kelima.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur, H. Mohlis Hasan, menegaskan bahwa pihaknya aktif mendata jamaah lansia dan risti.

Pendataan ini menjadi dasar penting agar pelayanan lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi kesehatan jamaah.

“Pendataan ini penting agar penerapan skema berjalan optimal, sehingga jamaah terhindar dari kelelahan dan kepadatan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).


Apa Itu Murur dan Tanazul dalam Persiapan Haji 2026?

Selanjutnya, pemerintah menerapkan skema murur dengan memberi kemudahan bagi jamaah lansia dan risti setelah wukuf di Arafah.

Mereka tidak perlu bermalam di Muzdalifah, melainkan cukup singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.

Dengan cara ini, pemerintah mengurangi kepadatan sekaligus menjaga stamina jamaah.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan skema tanazul bagi jamaah yang tinggal di pemondokan jauh, seperti zona 5.

Setelah melontar jumrah, jamaah tidak kembali ke tenda Mina, tetapi langsung menuju hotel yang lebih dekat dengan Jamarat.

Skema ini membuat perjalanan lebih efisien dan mengurangi risiko kelelahan.

Dengan demikian, kedua skema ini menjadi bentuk ikhtiar nyata dalam menjaga keselamatan jiwa (hifz an-nafs) sekaligus memastikan ibadah tetap khusyuk dan lancar.


Di sisi lain, jadwal keberangkatan jamaah melalui Embarkasi Balikpapan tetap berjalan sesuai rencana.

Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan tertib, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah Indonesia.

Persiapan Haji 2026 ini menjadi langkah penting agar seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.