JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Inovasi pelayanan publik bertajuk Saung Tani berhasil masuk sebagai Finalis Top Inovasi pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Nasional Tahun 2025.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Saung Tani meraih piagam penghargaan dari Menteri PAN-RB, Rini Widyantini, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi inovasi daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Meski belum menembus jajaran Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Nasional, capaian Saung Tani sebagai finalis KIPP 2025 tetap dinilai membanggakan. Di tengah minimnya terobosan pelayanan di daerah, inovasi ini hadir sebagai penggerak semangat baru bagi penguatan sektor pertanian di Luwu Utara.
Baca juga: Gotong Royong Pasar Bonebone, Pemkab Luwu Utara dan TNI Perkuat Kepedulian Lingkungan
Inovator Saung Tani, Rustam Taslim, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut tidak pernah menyangka inovasi yang dirintisnya mampu meraih pengakuan di level nasional, terlebih setelah status kepegawaiannya dialihkan ke Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka Saung Tani bisa masuk sebagai finalis dan menerima piagam penghargaan nasional,” ujar Rustam, Kamis (8/1/2026), saat piagam tersebut beredar luas di media sosial, khususnya Facebook.
Melalui kolom komentar pada unggahan piagam penghargaan itu, Rustam yang akrab disapa Om BEM juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kesehatan jiwa dan raga serta tetap berkarya demi kebaikan bersama.
Diketahui, inovasi Saung Tani mulai diperkenalkan sejak 22 Februari 2022. Program ini menyediakan layanan konsultasi teknis sektor pertanian sekaligus pendampingan rintisan usaha agribisnis, khususnya bagi generasi muda yang tertarik terjun ke dunia wirausaha pertanian.
Dalam pelaksanaannya, Saung Tani mengusung prinsip Gerak Cepat, Kerja Tuntas, dan Kerja Kolaborasi. Prinsip tersebut menekankan kecepatan layanan, penyelesaian masalah pertanian secara menyeluruh, serta penguatan kerja sama antara petani, pendamping, dan pemangku kepentingan terkait.
Baca juga: Radio Suara Bandar Madani dan TV Peduli Parepare Kembali Raih Penghargaan KPID Awards Sulsel 2025

























