Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Imunisasi Campak Sinjai Baru 59,04%, Sekda Perintahkan Sweeping 1×24 Jam

×

Imunisasi Campak Sinjai Baru 59,04%, Sekda Perintahkan Sweeping 1×24 Jam

Sebarkan artikel ini
sekda sinjai andi jefrianto asapa memimpin rapat klb campak sinjai
KLB CAMPAK SINJAI — Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa memimpin rapat penanganan KLB campak secara daring, Senin (6/4/2026). Pemerintah mempercepat imunisasi untuk menekan kasus. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, SINJAI — Pemerintah Kabupaten Sinjai serius tangani Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Pemerintah mempercepat langkah pengendalian melalui monitoring dan evaluasi imunisasi.

Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memimpin langsung rapat Monitoring Evaluasi (Monev) capaian Outbreak Response Immunization (ORI) campak, Senin (6/4/2026).

“Wilayah dengan cakupan rendah harus segera dilakukan tindakan sweeping maksimal 1×24 jam. Saya minta sinergi dan kolaborasi total mulai dari Camat, Kepala Puskesmas, hingga kelompok Dasawisma dan TP-PKK di pelosok desa,” tegas Andi Jefrianto yang juga Plt Kepala Dinkes Sinjai.


Baca juga: Penanganan Campak Jabar Dipercepat, ORI Sasar Anak Usia 9-59 Bulan


Penanganan KLB Campak

Rapat ini diikuti kepala OPD, camat, direktur RSUD, kepala puskesmas, serta pihak terkait melalui Zoom.

Kegiatan ini menjadi langkah darurat untuk memastikan penanganan campak berjalan cepat dan terukur.

Sekda Sinjai menegaskan monev ini bukan sekadar kegiatan rutin.

Pemerintah fokus memastikan seluruh langkah pengendalian penyebaran campak berjalan efektif.


Baca juga: Nakes di Tengah Bencana: Prioritas yang Tak Bisa Ditunda


Capaian Imunisasi Campak

Berdasarkan data per 6 April 2026, kasus campak di Sinjai telah mencapai 76 kasus.

Sementara itu, sebanyak 5.462 dari total 9.252 anak usia 9–59 bulan telah menerima imunisasi.

Persentase capaian imunisasi campak tercatat sebesar 59,04 persen per 4 April 2026.

Selain itu, Sekda juga menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam program imunisasi.

“Penolakan di masyarakat adalah indikator bahwa komunikasi kita belum optimal. Ini adalah tugas kita bersama untuk memperbaiki cara penyampaian informasi. Jika kita bergerak bersama secara masif, saya yakin Sinjai bisa segera keluar dari status KLB (Kejadian Luar Biasa) Campak,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sinjai terus mendorong langkah preventif dan edukatif secara paralel.

Upaya ini dilakukan untuk melindungi kesehatan anak-anak dari risiko campak.

Pemkab juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu membawa anak untuk imunisasi. Langkah ini penting untuk mencegah komplikasi penyakit.


Example 468x60
Example 300250