Scroll untuk baca artikel
Lokal

Kemarau Ekstrem Singkap Jejak Kampung yang Hilang di Bendungan Karian, Begini Faktanya

×

Kemarau Ekstrem Singkap Jejak Kampung yang Hilang di Bendungan Karian, Begini Faktanya

Sebarkan artikel ini
Bekas permukiman yang muncul akibat penyusutan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten saat musim kemarau.
BENDUNGAN KARIAN - Foto udara memperlihatkan bekas permukiman di kawasan Bendungan Karian, Rabu, (29/7/2026), lokasi tersebut berada di Kabupaten Lebak. Fenomena ini kembali terlihat setelah muka air waduk menyusut pada musim kemarau. (foto/ist)

  • Kemarau menyebabkan muka air Bendungan Karian turun sehingga bekas permukiman di Desa Sukarame dan Sukajaya kembali terlihat.
  • BBWSC3 memastikan penyusutan air masih dalam batas aman dengan penurunan volume sekitar 5 persen atau elevasi sekitar 80 sentimeter.
  • Masyarakat diimbau tidak mendekati bekas bangunan karena struktur rapuh dan dasar waduk berlumpur sehingga berisiko membahayakan keselamatan.

JAMLIMA.COM, BANTEN — Musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia menghadirkan pemandangan tak biasa di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten.

Penyusutan muka air waduk membuat bekas permukiman yang selama ini berada di dasar genangan kembali terlihat.

Fenomena tersebut menjadi perhatian warga karena sisa-sisa bangunan rumah, fondasi, hingga ruas jalan kampung tampak kembali muncul setelah bertahun-tahun terendam air.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi Bendungan Karian masih aman dan tetap mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Debit Air Turun, Bekas Permukiman Muncul Kembali

Dalam beberapa hari terakhir, kawasan hulu Bendungan Karian mengalami penurunan elevasi air akibat musim kemarau.

Kondisi ini menyebabkan sebagian bekas permukiman di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, kembali terlihat di permukaan.

Dari udara, bangunan tanpa atap, tembok rumah, serta bekas jalan kampung tampak jelas.

Pemandangan tersebut mengingatkan kembali pada kawasan yang harus dikosongkan ketika proses pengisian Bendungan Karian dimulai pada 2023.

Fenomena ini juga menarik perhatian masyarakat dan fotografer karena menjadi momen langka yang belum tentu terjadi setiap tahun.

BBWSC3: Bendungan Tetap Aman

Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menegaskan penyusutan muka air masih berada dalam batas aman.

Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan pasokan air Bendungan Karian masih sangat mencukupi.

“Jika di hilir membutuhkan air lebih banyak, masih dapat dikeluarkan dari Karian.”, ujarnya

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWSC3, Maretha Ayu Kusumawati, menjelaskan volume air waduk baru mengalami penurunan sekitar 5 persen atau sekitar 80 sentimeter dari muka air normal.

Mengapa Bangunan Masih Berdiri?

Munculnya bangunan-bangunan lama bukan berarti bendungan mengalami kerusakan.

Menurut BBWSC3, saat proses penggenangan kawasan terdampak, bangunan warga memang tidak seluruhnya dibongkar.

Yang dilakukan kontraktor hanya membersihkan vegetasi atau clearing, sedangkan struktur bangunan dibiarkan tetap berada di lokasi.

Selanjutnya, Maretha Ayu mengatakan, kondisi seluruh area genangan, meski sudah dibebaskan, tidak dilakukan pembongkaran (demolish) untuk seluruh bangunan yang terdampak.

“Adapun yang dilakukan proses pembersihan (clearing) oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja,” pungkasnya.

Karena itu, ketika muka air turun saat musim kemarau, bekas rumah dan bangunan lama kembali terlihat.

BMKG: Kemarau Tahun Ini Memang Lebih Luas

Fenomena di Bendungan Karian juga sejalan dengan kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung di Indonesia.

BMKG melaporkan hingga pertengahan Juli 2026, sekitar 72,8 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Hari tanpa hujan juga tercatat semakin panjang di berbagai daerah sehingga berdampak pada penurunan debit sungai, waduk, dan bendungan.

Kondisi inilah yang menyebabkan tinggi muka air Bendungan Karian turun sehingga bekas kawasan permukiman kembali terlihat.

Bendungan Karian Punya Peran Strategis
Terlepas dari fenomena tersebut, Bendungan Karian tetap menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air strategis nasional.

Fungsi ungsi bendungan saat ini:

  • Penyedia air baku bagi Banten dan sebagian Jabodetabek
  • Penyedia air irigasi pertanian
    pengendali banjir
  • Pendukung ketahanan air nasional.

Dengan kapasitas tampung sekitar 314,7 juta meter kubik, bendungan ini menjadi salah satu proyek penting untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang.

Warga Diminta Tidak Mendekati Bangunan

Meski menjadi daya tarik, masyarakat diminta tidak memasuki area bekas genangan.

Hal tersebut karena, struktur bangunan yang telah lama terendam berpotensi rapuh.

Sedangkan pada bagian dasar waduk masih berlumpur sehingga dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, permukaan air bendungan dapat berubah sesuai pengaturan operasional waduk.