Scroll untuk baca artikel
Nasional

Karhutla Mengintai, Manggala Agni Ditempa Lewat Bimtek Dasar

×

Karhutla Mengintai, Manggala Agni Ditempa Lewat Bimtek Dasar

Sebarkan artikel ini
personel manggala agni pelatihan pemadaman karhutla
MANGGALA AGNI — Personel mengikuti pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM. NASIONAL — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius pemerintah, terutama menjelang musim kemarau yang rawan peningkatan titik api.

Data terbaru menunjukkan, dalam pemantauan 24 jam terakhir, terdeteksi sekitar 247 titik panas (hotspot) di Indonesia berdasarkan sistem SiPongi KLHK. Titik panas ini tersebar di sejumlah wilayah rawan seperti Sulawesi Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan.

Kondisi ini menandakan potensi kebakaran masih tinggi dan membutuhkan respons cepat di lapangan.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) dasar bagi personel Manggala Agni.

Program ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla.

Manggala Agni bertugas melakukan pencegahan, patroli, hingga penanganan langsung kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah rawan.

Melalui bimtek ini, peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari deteksi dini hotspot, teknik pemadaman, hingga strategi respons cepat.

Penguatan SDM Jadi Kunci

Penguatan kapasitas personel menjadi faktor krusial dalam menghadapi ancaman karhutla yang terus berulang setiap tahun.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sedikitnya 2.076 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, dengan luas terdampak mencapai 213.984 hektare.

Sementara itu, jumlah hotspot pada periode Januari hingga September 2025 mencapai sekitar 2.248 titik.

Data ini menegaskan bahwa ancaman karhutla masih nyata dan memerlukan kesiapan personel yang optimal.

Tanpa kesiapan SDM yang kuat, kebakaran hutan berisiko meluas dan menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kemampuan Manggala Agni agar mampu merespons cepat setiap potensi kebakaran.

Selain pelatihan teknis, bimtek ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Langkah ini penting untuk memastikan setiap personel memiliki standar kompetensi yang sama dalam menghadapi berbagai skenario karhutla.

Peran Manggala Agni terbukti menjadi kunci dalam menekan luas kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Sebagai bagian dari strategi nasional, penguatan pasukan ini menjadi langkah utama untuk mencegah kerugian yang lebih besar.