JAMLIMA.COM, GOWA — Capaian Imunisasi Zero Dose di Kabupaten Gowa bukan hanya soal angka 101,6 persen, tetapi tentang cara pemerintah daerah menjangkau anak yang sebelumnya belum tersentuh layanan imunisasi.
Pendekatan itu menjadi sorotan dalam Monitoring dan Evaluasi Imunisasi Zero Dose Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (5/5).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Ketua TP PKK Sulsel, Naomi Octarina, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, serta Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah.
Target Imunisasi Terlampaui
Di balik capaian itu, Pemkab Gowa tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan yang menunggu warga datang. Pemerintah daerah memperkuat pendataan sasaran, menggerakkan kader, dan membawa layanan lebih dekat ke rumah-rumah warga.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan target nasional Imunisasi Zero Dose untuk Gowa ditetapkan sebanyak 5.787 anak. Dari jumlah itu, arahan capaian awal berada pada angka 50 persen atau sekitar 2.894 anak.
Namun, melalui kerja lintas sektor, Gowa mampu melampaui target tersebut.
“Alhamdulillah, per 18 April 2026, capaian imunisasi anak di Kabupaten Gowa telah mencapai 5.881 anak atau 101,60 persen. Sementara input pada aplikasi ASIK tercatat sebanyak 5.985 anak atau 101,8 persen,” ungkapnya.
Pendataan Nama-Alamat
Menurut Talenrang, capaian itu lahir dari intervensi yang lebih terukur. Salah satunya melalui pendataan berbasis by name by address agar anak yang menjadi sasaran benar-benar teridentifikasi.
Data tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui mobilisasi kader Posyandu, TP PKK, pemerintah desa, hingga Dasawisma. Tim di lapangan juga melakukan pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah sasaran.
Langkah ini penting karena hambatan imunisasi tidak selalu berkaitan dengan jarak ke fasilitas kesehatan. Di sejumlah wilayah, tantangan justru muncul dari persepsi dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi, termasuk pemahaman keluarga tentang kesehatan anak.
“Tantangan utama saat ini bukan lagi pada akses layanan, tetapi pada persepsi dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, peran TP PKK, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif,” jelasnya.
Talenrang menegaskan, imunisasi lengkap merupakan bagian dari hak anak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini. Ia mengajak seluruh pihak memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari layanan tersebut.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk hidup sehat melalui imunisasi lengkap. Karena satu anak yang tidak diimunisasi adalah satu risiko bagi masa depan kita bersama,” katanya.
Apresiasi untuk Gowa
Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian, mengapresiasi capaian Kabupaten Gowa. Ia menilai keberhasilan itu menunjukkan kerja tim yang kuat antara pemerintah daerah, PKK, kader kesehatan, dan masyarakat.
“Zero dose merupakan kondisi anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali, sehingga penanganannya menjadi tanggung jawab bersama. Keberhasilan 101 persen lebih adalah kerja tim. Dari sejumlah provinsi yang kami kunjungi, Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa adalah yang terbaik,” katanya.
Tri Tito juga menilai pendekatan berbasis nama dan alamat menjadi kunci penting dalam menjangkau anak yang belum menerima imunisasi.
“Kami juga bahagia Gowa menyasar by name by address agar anak benar-benar terlayani. Imunisasi adalah perlindungan awal untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan itu menjadi bukti bahwa intervensi yang fokus dapat memberi dampak nyata terhadap penyelesaian masalah kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini capaian telah mencapai 101,6 persen bahkan di aplikasi ASIK di angka 101,8 persen. Ini luar biasa,” katanya.
Andi Sudirman juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemkab Gowa, TP PKK, Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader Posyandu, serta pemerintah kecamatan yang telah bekerja di lapangan.
Dalam capaian tersebut, Kecamatan Pallangga disebut berada pada peringkat pertama, disusul Somba Opu dan Bontomarannu.
Capaian Imunisasi Zero Dose di Gowa juga memperlihatkan pentingnya kebijakan daerah yang berpihak pada anak dan kelompok rentan. Isu ini sejalan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap isu anak dan stunting dalam agenda pembangunan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Gowa menerima penghargaan dari Ketua Umum TP PKK atas capaian pelaksanaan Imunisasi Zero Dose.
















