Scroll untuk baca artikel
Daerah

Cerita Rakyat Sinjai Masuk Digital, Generasi Muda Bisa Baca Lewat Gawai

×

Cerita Rakyat Sinjai Masuk Digital, Generasi Muda Bisa Baca Lewat Gawai

Sebarkan artikel ini
suasana peluncuran ipussinjai dan buku cerita rakyat sinjai di dispusip sinjai
LITERASI SINJAI — Suasana peluncuran IPussinjai dan Buku Cerita Rakyat Sinjai di Aula Serbaguna Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai, Senin (18/5/2026). Program ini memperluas akses baca digital sekaligus menjaga cerita rakyat dan budaya lokal Sinjai. (foto/ist)

  • Cerita rakyat Sinjai kini masuk format digital sehingga generasi muda dapat membaca kisah lokal daerah melalui gawai.
  • Dispusip Sinjai menghadirkan IPussinjai dan Buku Cerita Rakyat Sinjai sebagai ruang baca baru yang lebih mudah diakses masyarakat.
  • Digitalisasi cerita rakyat menjadi upaya pelestarian budaya lokal agar kisah, tradisi, dan nilai kearifan Sinjai tidak hilang ditelan zaman.
  • Kegiatan peluncuran dirangkaikan dengan edukasi literasi anak melalui membaca bersama, dongeng, senam literasi, dan pameran buku.

JAMLIMA.COM, SINJAI — Cerita rakyat Sinjai kini masuk format digital, sehingga generasi muda dapat membaca kembali kisah lokal daerah itu langsung melalui gawai.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sinjai menghadirkan IPussinjai dan Buku Cerita Rakyat Sinjai sebagai ruang baca baru bagi masyarakat.

Melalui layanan ini, warga tidak hanya mendapat akses bacaan yang lebih mudah, tetapi juga dapat mengenal kembali tradisi, identitas, dan nilai budaya lokal Sinjai.


Baca juga: Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi, Andi Herfida Muchtar: Budayakan Wajib Baca Usia Dini


Warisan Budaya Digital

Kepala Dispusip Sinjai, Abdul Azis, mengatakan kehadiran layanan dan buku digital itu membuktikan literasi daerah dapat mengikuti perkembangan teknologi.

Menurutnya, perpustakaan tidak lagi cukup hanya menjadi tempat menyimpan buku. Perpustakaan juga harus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui akses yang mudah dan sesuai kebiasaan membaca generasi saat ini.

“Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih. Buku ini menjadi bukti bahwa kita punya potensi dan kemampuan yang berguna bagi pembangunan pengetahuan masyarakat Sinjai,” kata Abdul Azis.

Kehadiran Buku Cerita Rakyat Sinjai karya Zainal Abidin Ridwan ini menjadi salah satu bagian penting dari pelestarian budaya lokal.

Karya tersebut merangkum kisah masa lalu yang berkaitan dengan identitas, tradisi, dan kearifan masyarakat Sinjai.


Baca juga: Dispusarsip–Disdik Sulsel Teken PKS Penguatan Literasi Perpustakaan


Akses Baca Mudah

Zainal mengatakan cerita rakyat perlu didokumentasikan agar tetap tersambung dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Apalagi, sebagian kisah lama belum sempat direkam dalam bentuk video maupun diterbitkan secara cetak.

“Buku ini adalah bagian dari upaya memunculkan kembali rekaman masa lalu yang belum sempat didokumentasikan dalam bentuk rekaman video atau cetak,” ujarnya.

Sementara itu, IPussinjai membuka akses baca yang lebih praktis bagi seluruh masyarakat.

Dengan demikian, warga dapat membaca buku kapan saja dan di mana saja tanpa harus selalu datang langsung ke perpustakaan.

Peluncuran IPussinjai dan Buku Cerita Rakyat Sinjai digelar di Aula Serbaguna Dispusip Sinjai, Senin (18/5/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan membaca bersama anak-anak TK dan SD, pertunjukan dongeng, senam literasi, serta pameran buku.

Dengan akses digital tersebut, cerita rakyat Sinjai tidak hanya disimpan sebagai warisan masa lalu, tetapi dihidupkan kembali dengan cara belajar generasi saat ini.


Tim gabungan melakukan pendinginan karhutla di lahan gambut Rupat Bengkalis
Daerah

Karhutla di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, memasuki hari ketujuh penanganan. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 8 hektare di koridor PT SRL dan PT Priatama….