Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Temui Menteri Ekonomi Kreatif, Bupati Yusuf Ritangnga Paparkan Potensi Ekraf Enrekang

×

Temui Menteri Ekonomi Kreatif, Bupati Yusuf Ritangnga Paparkan Potensi Ekraf Enrekang

Sebarkan artikel ini
EKONOMI KREATIF - Bupati Kabupaten Enrekang H Muh Yusuf Ritangnga diskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya potensi ekonomi kreatif. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, ENREKANG — Bupati Enrekang bahas pengembangan ekonomi kreatif saat bertemu Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Jumat (19/12/2025). Dalam pertemuan tersebut, H. Muh Yusuf Ritangnga menyampaikan potensi ekonomi kreatif Kabupaten Enrekang secara langsung.

Pada kesempatan itu, Yusuf Ritangnga memaparkan peluang pengembangan sektor kuliner, seni pertunjukan, dan pariwisata. Secara khusus, ia menilai ketiga sektor tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Potensi Kuliner Khas Enrekang

Menurut Yusuf Ritangnga, Enrekang memiliki kuliner khas yang telah dikenal luas. Di antaranya, masyarakat mengenal Dangke, Pulu Mandoti, dan Nasu Cemba.

“Enrekang punya kuliner khas seperti Dangke, Pulu Mandoti, dan Nasu Cemba. Selain itu, kami juga mengembangkan festival budaya dan musik tradisional,” ujar Yusuf Ritangnga.

Sebagai contoh, masyarakat Enrekang mengolah Dangke dari susu sapi atau kerbau. Pada praktiknya, tekstur Dangke menyerupai tahu dengan rasa gurih. Umumnya, warga menjadikannya oleh-oleh atau mengolahnya menjadi sambal karopa.

Sementara itu, warga juga memasak Nasu Cemba dari iga atau daging dengan daun cemba. Dengan bahan endemik tersebut, masakan ini menghasilkan rasa asam segar khas Enrekang.

Tak hanya itu, Enrekang juga memiliki Pulu Mandoti, beras ketan wangi langka. Secara geografis, petani hanya menanam beras ini di Desa Kendenan dan Salukanan, Kecamatan Baraka. Karena unsur hara tanah yang khusus, Pulu Mandoti memiliki aroma dan tekstur khas.

Komitmen Pengembangan Desa Kreatif

Tidak berhenti pada sektor kuliner, Yusuf Ritangnga menegaskan komitmen pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa. Ke depan, pemerintah daerah menyiapkan konsep desa kreatif di wilayah Bumi Massenrempulu.

“Kami menyusun konsep pengembangan desa kreatif, termasuk Desa Latimojong dan desa bebas asap rokok,” jelasnya.

Perlu diketahui, Desa Latimojong berada di Kecamatan Buntu Batu. Selain berfungsi sebagai gerbang pendakian Gunung Latimojong, desa ini juga menawarkan panorama alam, air terjun, dan area camping. Bahkan, panitia ADWI 2024 memasukkan desa tersebut ke dalam 500 besar.

Dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif

Menanggapi paparan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program penguatan ekonomi kreatif.

Melalui program tersebut, kementerian menyediakan akselerasi, inkubasi usaha kreatif, pelatihan, serta infrastruktur digital.
“Enrekang perlu memfokuskan satu sektor unggulan. Dengan fokus itu, pemerintah pusat dapat melakukan intervensi yang tepat dan berdampak,” kata Teuku Riefky Harsya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ekonomi kreatif telah menjadi bagian dari Asta Cita. Saat ini, pemerintah menetapkan sektor tersebut sebagai The New Engine of Growth nasional.

Sejalan dengan Visi Pembangunan Enrekang

Langkah Yusuf Ritangnga ini, pada akhirnya, sejalan dengan visi bersama Andi Tenri Liwang La Tinro. Melalui arah kebijakan tersebut, pemerintah daerah menargetkan Enrekang yang lebih sejahtera untuk semua.

Dengan penguatan ekonomi kreatif, Pemkab Enrekang mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus menekan kemiskinan secara berkelanjutan. (*)

Misi/Program kerja :

  • Melaksanakan Reformasi Birokrasi dan Sistem Layanan Publik Enrekang Bebas KKN dengan Prinsip Profesional
  • Meningkatkan PAD melalui identifikasi dan pemaksimalan berbagai sumber daya potensial daerah
  • Pengembangan Sistem Jaminan Permodalan, Penanganan Resiko Proses Pertanian, dan Fasilitas Ketersediaan Kebutuhan Pertanian
  • Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan dan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Kesehatan yang Berkualitas
  • Pemberdayaan dan Pengembangan Sektor UMKM dari Hulu ke Hilir
  • Penerapan Sistem Tanggap Darurat Penanganan serta Mitigasi Kebencanaan yang cepat, tepat, dan efektif.
  • Pengembangan sektor Kepemudaan melalui kegiatan Ekonomi Kreatif, Keolahragaan, Seni dan Budaya.
  • Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Akses Pendidikan bagi Masyarakat Kurang Mampu dan Berprestasi.
  • Pengembangan Sektor-sektor potensial non-pertanian Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan
  • Peningkatan Kualitas Infrastruktur Jalan Secara Komprehensif pada Wilayah Kabupaten Enrekang dalam Menopang Berbagai Kebutuhan dan Aktivitas Masyarakat
  • Pengembangan dan Peningkatan Sistem Penataan Wilayah Permukiman yang Bersih dan Nyaman serta Pemenuhan Layanan Air Bersih yang Berkualitas
  • Meningkatkan Kualitas Kehidupan Keagamaan dan Penguatan Nila Sosial Budaya Massenrempulu sebagai Pilar Dasar Kehidupan Bersama Masyarakat. (*)

(*)

Example 468x60
Example 300250