Bupati Pangkep Tinjau Kebakaran Mappasaile, Serahkan Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak
Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN PANGKEP — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep Zaenal Sanusi menyerahkan bantuan darurat kepada warga terdampak kebakaran kios di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Rabu (11/3/2026). Bantuan tersebut disalurkan atas arahan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau untuk membantu korban kebakaran. (foto/ist)
JAMLIMA.COM, PANGKEP — Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau (MYL) meninjau langsung lokasi kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Rabu (11/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, MYL juga menyerahkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak kebakaran sebagai langkah awal membantu pemulihan pascakejadian.
Bantuan Darurat Korban
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep Zaenal Sanusi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Pangkep.
“Bantuan yang kami serahkan hari ini berupa matras, terpal, perlengkapan bayi, serta makanan siap saji dari Kemensos. Selain itu, kami juga menambahkan bantuan logistik berupa beras dan mie instan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujarnya.
Selain bantuan dari Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep juga menyalurkan bantuan darurat bagi warga yang terdampak kebakaran.
Kronologi Kebakaran Pagi
Kepala BPBD Pangkep Akbar memaparkan kronologi kejadian berdasarkan laporan warga di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 04.00 WITA dan dengan cepat membesar hingga membakar kios di kawasan tersebut.
“Terkait dengan kronologi kejadian, sesuai laporan itu sekitar pukul 4 subuh itu ada warga yang melihat percikan api di depan penjual sembako, dan tiba-tiba api membesar kemudian terjadilah kebakaran. Dan sekitar pukul 5.30 itu berhasil dipadamkan dengan diterjunkan 3 unit mobil dari damkar,” ungkapnya.
Kebakaran tersebut berdampak pada sembilan kios milik warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, perkiraan kerugian materil mencapai sekitar Rp400 juta.
Saat ini, pemerintah daerah bersama tim terkait masih melakukan inventarisasi data secara valid untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
“Seperti yang kita lihat sekarang ada 9 kios yang mengalami kerugian. Dan sesuai Arahan pak bupati, bantuan selain dasar InsyaAllah setelah datanya sudah valid akan dibuatkan untuk bantuan keuangannya atau bantuan bantuan kontruksi atau biasanya untuk perbaikan rumah dan sebagainya tapi nanti itu tergantung bagaimana petunjuk selanjutnya dari pimpinan,” tambahnya.
Sementara itu, pemerintah daerah juga terus menghitung kerugian secara detail sekaligus menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Hal ini sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan penanganan ke depan.
Gibran memastikan pemerintah menanggung biaya pengobatan siswa terdampak dugaan keracunan MBG di Karo. Pemerintah membuka pilihan rujukan pasien ke rumah sakit di Medan maupun Jakarta…
Malone Lam, pemuda Singapura 22 tahun, mengaku bersalah dalam kasus pencurian dan pencucian kripto lebih dari US$245 juta. Jaringannya bermula dari pertemanan gim daring, termasuk…
Sebanyak 136 siswa dan satu guru SMAN 1 Tunjungan, Blora, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Para siswa mengalami diare, mual, muntah, pusing,…
DPC Gerindra Tapanuli Tengah menarik pernyataan dari sikap bersama lima partai terkait wacana pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu. Lima partai sebelumnya menyoroti realisasi APBD 2026 yang…