JAMLIMA.COM, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan tetap beroperasi penuh selama libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H pada 20–24 Maret 2026.
Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjamin masyarakat tetap mengakses layanan kesehatan esensial, khususnya kondisi gawat darurat.
Budi menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau kesiapan layanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais bersama Menteri PANRB Rini Widyantini, Senin (16/3/2025).
Kunjungan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan publik tetap optimal di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan libur nasional.
“Seluruh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan, hampir 40 rumah sakit, tetap beroperasi untuk semua tindakan emergensi selama liburan panjang ini,” tegas Budi.
Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Kadis Kesehatan Lutra Terima Dokter Internsip Kemenkes
Layanan Darurat Siaga 24 Jam
Pemerintah mengoperasikan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam.
Selain itu, rumah sakit tetap menyediakan layanan CT scan untuk kasus stroke dan tindakan operasi darurat akibat kecelakaan.
Budi menegaskan tenaga kesehatan dan fasilitas penunjang terus bersiaga untuk menangani pasien darurat tanpa jeda.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir saat membutuhkan pertolongan medis mendesak.
Kementerian Kesehatan memperkuat layanan secara nasional dengan menyiagakan ribuan fasilitas kesehatan.
Pemerintah mengoperasikan 3.292 rumah sakit, 10.300 puskesmas, dan 119.372 Public Safety Center (PSC).
Selain itu, pemerintah mengaktifkan sekitar 2.700 Pos Pelayanan Kesehatan di 31 provinsi.
Sebanyak 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan turut mendukung pengawasan dan pelayanan selama periode libur.
Langkah ini mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian darurat kesehatan.
Baca juga: Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
Tenaga Kesehatan dan Inovasi Layanan
Di sisi lain, Menteri PANRB Rini Widyantini mengajak masyarakat ikut mengawasi kualitas layanan kesehatan.
Pemerintah membuka kanal pengaduan resmi melalui portal SP4N-LAPOR! dan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) berbasis barcode di fasilitas kesehatan.
“Kami mendorong masyarakat menyampaikan laporan jika menemukan kendala. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan,” jelas Rini.
Pemerintah juga mengapresiasi tenaga kesehatan yang tetap bertugas selama libur panjang. Mereka tetap memberikan pelayanan maksimal demi keselamatan masyarakat.
Selain itu, pemerintah mendorong inovasi layanan seperti sistem pendaftaran online di RS Dharmais agar diterapkan di rumah sakit lain.
Langkah ini bertujuan meningkatkan pemerataan layanan dan kenyamanan pasien.
















