Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Karhutla Riau Diantisipasi, OMC 2026 Diperkuat dan Helikopter Disiagakan

×

Karhutla Riau Diantisipasi, OMC 2026 Diperkuat dan Helikopter Disiagakan

Sebarkan artikel ini
operasi modifikasi cuaca riau 2026 untuk mencegah karhutla dengan hujan buatan
OPERASI MODIFIKASI CUACA RIAU 2026 — Petugas melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan di wilayah rawan karhutla di Riau, Jumat (3/4/2026). Upaya ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. (foto/ist/thread)

JAMLIMA.COM, PEKANBARU — Pemerintah pusat memperkuat operasi modifikasi cuaca Riau 2026 untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini menyasar wilayah rawan gambut guna menekan potensi munculnya titik api sejak dini.

Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca tahap kedua sejak 28 Maret 2026.

Program ini meningkatkan curah hujan buatan agar lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menyebut hingga awal April total bahan semai berupa garam telah mencapai 11 ton.

“Operasi ini memicu hujan buatan agar lahan gambut tetap lembap dan tidak mudah terbakar,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut, Jim menjelaskan bahwa operasi ini melanjutkan program sebelumnya yang dinilai efektif menekan karhutla Riau.

Wilayah Rawan Jadi Prioritas

Pemerintah memfokuskan penyemaian awan di wilayah pesisir timur Riau.

Kawasan tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, hingga Kota Dumai.

Wilayah itu selama ini dikenal sebagai daerah rawan karhutla karena memiliki lahan gambut yang mudah terbakar saat kering.

Dengan strategi ini, pemerintah menekan kemunculan titik api sebelum meluas ke area lain.

Selain hujan buatan, pemerintah memperkuat penanganan melalui operasi udara. Saat ini, satu unit helikopter disiagakan untuk kegiatan water bombing.

Helikopter tersebut membantu memadamkan api dari udara di lokasi yang jangkauannya sulit bagi petugas darat.

Namun, BPBD Riau masih mengajukan penambahan armada untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.

“Kami mengusulkan penambahan helikopter water bombing. Prosesnya masih berjalan karena perizinan cukup panjang,” kata Jim.

Pemerintah mengombinasikan operasi modifikasi cuaca Riau 2026 dengan water bombing untuk menekan risiko karhutla.

Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan.

Dengan upaya tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga kondisi lingkungan tetap aman dan mengurangi dampak kabut asap di wilayah Riau.


Example 468x60
Example 300250