Ia menjelaskan, tim gabungan terus melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Petugas juga memeriksa titik-titik asap baru yang muncul setelah hujan mengguyur kawasan tersebut pada Minggu sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Dasbor Lancang Kuning atau DLK, status hotspot di wilayah itu terpantau nihil. Meski begitu, tim tetap melanjutkan pendinginan karena karakter gambut berbeda dengan lahan mineral biasa.
Lahan Diselidiki
Selain fokus pada pendinginan, kepolisian juga menyelidiki status lahan yang terbakar. Fahrian menyebut, area tersebut berada di koridor pembatas antara PT Priatama dan PT SRL.
Hingga kini, status kepemilikan lahan masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum menyimpulkan penyebab awal munculnya titik api.
“Sementara itu, terkait penyebab pasti munculnya titik api yang memicu kebakaran hebat ini, juga masih dalam proses penyelidikan intensif oleh jajaran Satreskrim,” jelas Fahrian.
Tim gabungan sebelumnya telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengecek kondisi lahan, memverifikasi titik api, dan melakukan dokumentasi lapangan.
Fahrian menegaskan, pendinginan dilakukan secara terstruktur agar tidak ada api tersembunyi yang kembali memicu kebakaran di kawasan gambut tersebut.
















