Menurutnya, kemampuan rumah sakit mempertahankan pelayanan dalam situasi darurat menunjukkan pentingnya sistem pendukung yang siap digunakan sewaktu-waktu.
“Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar sistem pengamanan dan kesiapsiagaan rumah sakit semakin baik ke depan,” katanya.
Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr. Gaffar, menjelaskan bahwa pelayanan rumah sakit tetap berjalan karena fasilitas cadangan langsung diaktifkan setelah kejadian.
Ia menyebut layanan radiologi tetap dapat dilakukan melalui fasilitas cadangan yang tersedia.
Selain itu, seluruh pasien juga tetap tertangani dan tidak ada yang direlokasi ke rumah sakit lain akibat kebakaran tersebut.
Baca juga: Bupati Gowa Resmikan Puskesmas Bajeng, Layanan Kini Lebih Cepat
Evaluasi Gedung Lama
Sitti Husniah Talenrang menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa akan mendukung langkah pemulihan fasilitas yang terdampak.
Namun, ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana rumah sakit.
Evaluasi itu terutama diarahkan pada bangunan-bangunan lama yang masih digunakan dalam operasional pelayanan rumah sakit.
Menurutnya, insiden kebakaran ini harus menjadi momentum perbaikan.
Sedangkan fasilitas yang terdampak perlu segera dipulihkan, sementara sistem keamanan harus diperkuat agar pelayanan kesehatan masyarakat berlangsung lebih aman dan berkualitas.
Selain memastikan pelayanan tetap berjalan, manajemen RSUD Syekh Yusuf juga mulai melakukan pendataan kerugian.
Kemudian, Rumah sakit turut berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait proses investigasi penyebab kebakaran.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Gowa didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, serta sejumlah pimpinan SKPD terkait.
Baca juga: RSUD Syekh Yusuf Terapkan BLUD, Husniah Talenrang Targetkan Layanan Profesional
















