Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dandim Bantaeng Bacakan Amanat BPIP, Fathul Fauzy Hadiri Harlah Pancasila di Pantai Seruni

×

Dandim Bantaeng Bacakan Amanat BPIP, Fathul Fauzy Hadiri Harlah Pancasila di Pantai Seruni

Sebarkan artikel ini
Dandim Bantaeng membacakan amanat BPIP saat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Pantai Seruni
HARI LAHIR PANCASILA — Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Pantai Seruni, Senin (1/6/2026). Dandim 1410/Bantaeng bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat BPIP. (foto/ist)

BPIP juga menekankan bahwa Pancasila telah menjadi penuntun moral bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Oleh karena itu, setiap warga negara perlu menjaga Pancasila sebagai dasar berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah perubahan global, Pancasila tetap relevan. Nilai tersebut membantu bangsa Indonesia menjaga persatuan saat menghadapi disrupsi teknologi, perubahan sosial, dan dinamika geopolitik dunia.

Dengan keberagaman yang besar, Indonesia membutuhkan titik temu yang kuat. Dalam konteks itu, Pancasila hadir sebagai dasar bersama yang menyatukan berbagai perbedaan.

Karena itu, aktualisasi Pancasila tidak boleh berhenti pada hafalan, simbol, atau upacara kenegaraan.

Nilai Pancasila perlu hadir dalam tindakan nyata, mulai dari gotong royong, toleransi, keadilan, hingga kepedulian terhadap sesama.



Pancasila Ideologi Hidup

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, generasi muda juga diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup.

Artinya, generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila sebagai bagian dari sejarah bangsa.

Mereka juga perlu menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sosial, pendidikan, teknologi, dan ruang publik digital.

Selain itu, amanat BPIP juga menyinggung peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Indonesia terus menunjukkan kontribusi melalui misi perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di sisi lain, Indonesia juga konsisten mendorong diplomasi, mediasi konflik, dan perjuangan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.