JAMLIMA.COM, BATAM — Selat Malaka kembali jadi sorotan. Di tengah ancaman penyelundupan, illegal fishing, hingga pelanggaran wilayah, pemerintah memperkuat pertahanan laut dari Batam.
Peresmian Markas Komando (Mako) Zona Bakamla Barat, Tengah, dan Timur pada Kamis (23/4/2026) menjadi langkah strategis untuk mengawal salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia tersebut.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harus Pratamura, menegaskan posisi Kepri bukan sekadar wilayah perbatasan, tetapi garda depan kedaulatan maritim Indonesia.
Penguatan Keamanan Laut
Provinsi Kepulauan Riau didominasi laut hingga 98 persen, dengan 2.028 pulau dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Menurut Nyanyang, kondisi ini membuka peluang ekonomi besar, namun juga menghadirkan ancaman serius seperti illegal fishing, penyelundupan, hingga pelanggaran wilayah.
Karena itu, kehadiran Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menjadi sangat krusial dalam menjaga stabilitas kawasan perairan nasional.
“Pembangunan Mako ini menjadi pusat komando dan pengendalian operasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan laut secara lebih cepat dan terukur.
Dampak ke Ekonomi dan Stabilitas
Nyanyang menyebut stabilitas keamanan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada 2025, ekonomi Kepri tumbuh 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.
Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) juga meningkat menjadi 83,68 poin dari sebelumnya 82,21 poin.
Menurutnya, keamanan yang terjaga mendorong investasi serta kelancaran arus logistik, terutama di wilayah pesisir.
Sinergi dan Dukungan Daerah
Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda serta memberikan insentif sejak 2024 kepada personel TNI-Polri yang bertugas di pulau terluar.
Nyanyang juga mengapresiasi kehadiran Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah, beserta jajaran.
“Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan demi mewujudkan laut Indonesia yang aman dan berdaulat,” ujarnya.
Peresmian Mako Bakamla di kawasan Jembatan IV Barelang, Batam, turut dihadiri unsur TNI, Polri, dan pejabat daerah, serta diakhiri dengan peninjauan fasilitas.

























