Scroll untuk baca artikel
Lokal

Rem Diduga Blong, Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan 1 Keluarga

×

Rem Diduga Blong, Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan 1 Keluarga

Sebarkan artikel ini
mobil rusak akibat kecelakaan beruntun di probolinggo jawa timur
KECELAKAAN — Kondisi kendaraan yang rusak parah usai kecelakaan beruntun di Probolinggo, Jawa Timur. Polisi masih menyelidiki penyebab insiden tersebut. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JAWA TIMUR — Kecelakaan Probolinggo kembali memakan korban jiwa. Sebuah insiden beruntun yang melibatkan enam kendaraan menewaskan satu keluarga di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Desa Malasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu malam (18/4/2026). Hingga Senin (20 April 2026), polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan Probolinggo ini bermula saat sebuah truk trailer melaju dari arah Lumajang menuju pusat kota. Kendaraan itu diduga mengalami gangguan pengereman.

Truk kemudian kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Benturan terjadi secara beruntun dan melibatkan enam kendaraan, termasuk mobil pribadi dan kendaraan niaga.

Satu mobil sedan yang ditumpangi satu keluarga menjadi korban paling parah dalam insiden ini.

Korban dan Penanganan

Empat orang dalam mobil tersebut meninggal dunia di tempat akibat benturan keras. Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga.

Petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Polisi juga mengamankan lokasi kejadian serta mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan panjang.

Penyelidikan Polisi

Polisi menduga kecelakaan Probolinggo ini dipicu oleh rem blong pada truk trailer. Namun, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan.

Petugas telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Pemeriksaan teknis terhadap kendaraan juga dilakukan untuk memastikan faktor utama penyebab kecelakaan.

Risiko Jalur Padat

Kecelakaan beruntun seperti ini kerap terjadi di jalur padat Jawa Timur, terutama yang dilalui kendaraan berat.

Pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh menjadi faktor penting untuk mencegah insiden serupa.