JAMLIMA.COM, GORONTALO — Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai menyosialisasikan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII melalui peluncuran media publikasi, Senin (30/3/2026).
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin langsung pembukaan baliho, pemasangan spanduk, dan stiker mobil di halaman Kantor Samsat Kabupaten Gorontalo.
Gusnar menegaskan langkah ini menjadi awal mengenalkan agenda nasional kepada masyarakat luas.
“Hari ini kita mencanangkan pemasangan media publikasi sebagai sarana sosialisasi kepada seluruh masyarakat bahwa Kabupaten Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Limboto, akan menjadi tuan rumah kegiatan tingkat nasional,” ujarnya.
Puncak kegiatan PENAS dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Gorontalo.
Sedangkan target peserta sekitar 30 ribu orang dari seluruh Indonesia akan hadir.
Baca juga: Stok Pangan Nasional Melimpah, Harga Stabil Lebaran 2026
Ajang Petani Nelayan
Ajang PENAS menjadi forum pertemuan terbesar bagi petani dan nelayan di Indonesia.
Kegiatan ini mendorong pertukaran informasi, inovasi teknologi pertanian, serta memperkuat komitmen menuju swasembada pangan nasional.
Gusnar mengajak seluruh elemen masyarakat ikut aktif menyosialisasikan kegiatan tersebut.
Ia meminta pegawai, termasuk masyarakat yang datang ke Samsat, turut menyebarkan informasi PENAS.
“Saya berharap seluruh pegawai menjadi pelopor sosialisasi. Termasuk masyarakat yang hadir di Samsat bisa ikut menyebarkan informasi agar kegiatan ini sukses,” tuturnya.
Selain itu, Gusnar menekankan peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi.
Menurutnya, langkah ini penting agar gaung kegiatan semakin luas dan tepat sasaran.
Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Gorontalo, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
Pemerintah optimistis PENAS 2026 di Gorontalo akan berjalan sukses dan memberi dampak positif bagi sektor pertanian dan perikanan nasional.
















