JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Penembakan terjadi di sekolah menengah pertama di Tumbler Ridge, Provinsi British Columbia, Kanada, Selasa (10/2/2026).
Insiden ini mengguncang dunia pendidikan Kanada. Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) merevisi jumlah korban tewas menjadi delapan orang dari sebelumnya sembilan.
RCMP sebelumnya melaporkan sembilan korban meninggal dunia. Namun, pembaruan data memastikan delapan orang tewas, termasuk pelaku.
Kronologi dan Jumlah Korban
Enam korban ditemukan tewas di dalam bangunan Sekolah Tumbler Ridge. Satu korban perempuan sempat dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, tetapi kemudian dipastikan masih hidup.
Polisi memastikan tujuh orang ditemukan tewas di area sekolah, satu di antaranya pelaku. Dua jenazah lainnya ditemukan di sebuah rumah di sekitar lokasi kejadian. Kepolisian meyakini penembakan di rumah tersebut berkaitan dengan insiden di sekolah, Rabu (11/2/2026).
Seluruh siswa dan staf sekolah telah dievakuasi dengan selamat. SMP Tumbler Ridge memiliki siswa dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun, kelompok usia yang masih berada dalam jenjang pendidikan dasar.
Baca juga:
Identitas Pelaku dan Penyelidikan
Wakil Kepala RCMP Dwayne McDonald mengungkap identitas pelaku sebagai Jesse Van Rootselaar (18), warga Tumbler Ridge.
Polisi memastikan pelaku tewas akibat luka yang diduga disebabkan diri sendiri atau bunuh diri.
Petugas menemukan dua pucuk senjata di lokasi kejadian, yakni satu senjata laras panjang dan satu pistol hasil modifikasi. Polisi masih mendalami asal-usul senjata tersebut. McDonald menegaskan Van Rootselaar tidak memiliki izin kepemilikan senjata api.
Terkait status pelaku sebagai transgender, McDonald membenarkan informasi tersebut. Hingga kini, kepolisian belum mengungkap motif penembakan dan menyatakan penyelidikan masih berlangsung.
Respons Pemerintah Kanada
Perdana Menteri Kanada Mark Carney membatalkan kunjungannya ke Eropa akibat insiden tersebut. Ia menyatakan penyelidikan masih berjalan dan meminta masyarakat memberi kepercayaan kepada aparat penegak hukum.
Carney juga meminta agar bendera di seluruh gedung pemerintah, termasuk Menara Perdamaian Parlemen, dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Baca juga:

























